Kalau kita melihat cara-cara yang dimainkan Iran saat ini dalam merespon ancaman AS, Iran lebih memilih memperkuat aliansi dan memberikan sinyal tidak mau tunduk. Walaupun USS Abraham Lincoln sudah parkir di halaman belakangnya.
Shifting GeoPolitik seperti ini mengindikasikan bahwa, China dan Rusia juga ingin lebih ril dalam mencounter dominasi AS dan menjaga kepentingan nasional mereka melalui semua negara mitra mereka di masa mendatang.
China dan Rusia telah lama menahan diri untuk tidak berkonfrontasi langsung dengan AS, tapi sikap kebijakan luar negeri Trump saat ini yang tidak terkontrol akan membuat Rusia dan China berpikir ulang untuk banyak diam seperti selama ini.
Kalau saja Trump berani menyerang Iran secara all out, maka sepertinya tidak ada alasan bagi Rusia dan China untuk tidak terlibat langsung. Iran adalah kepentingan strategis bagi China dan Rusia di wilayah itu.
Jika saja AS nekat menyerang Iran seperti menyerang Irak, maka dipastikan Iran akan menjadi ajang uji senjata China – Rusia – Iran melawan senjata AS, Israel, dan sekutunya.
Saat ini armada tempur AS telah ditingkatkan di timur tengah seperti armada tempur yang di siagakan ke Karibia beberapa bulan lalu saat AS ingin menangkap Maduro.
Tapi konteks Iran akan sangat berbeda dengan Venezuela. karena Iran memiliki semua senjata yang dibutuhkan untuk konfrontasi dengan AS, Venezuela tidak punya kekuatan ini.
Kerjasama strategis antar ketiga negara ini dalam jangka menengah dan panjang adalah ancaman nyata bagi dominasi AS dan Israel di wilayah itu. Ini akan semakin mempercepat era Multipolar mengkristal menuju tatanan dunia baru.
Sikap ugal ugalan Trump saat ini akan sangat costing terhadap kebijakan luar negeri AS jangka panjang. Wajar kalau baru-baru ini Presiden Slovakia Robert Fico mengatakan bahwa Trump memiliki gangguan mental, dan gangguan mental Trump saat ini sangat membahayakan dunia global secara menyeluruh.[***/Facebook]
Oleh: Tengku Zulkifli Usman, Pengamat Geopolitik Intenasional.










