Biijana Paksi Sitengsu Sokong Program MBG, Lumbung Mataraman Blueprint SPPG Berbasis Kearifan Lokal

​Implementasi di Yogyakarta direncanakan berjalan secara bertahap dengan koordinasi ketat lintas pemangku kepentingan. Jika berhasil, model ini digadang-gadang akan menjadi cetak biru (blueprint) nasional untuk sistem pangan berbasis kearifan lokal.

Sesuai Perpres No. 115 Tahun 2025, Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menggandeng Lumbung Mataraman DIY sebagai pemasok utama program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kolaborasi ini mengoptimalkan lahan desa (tanah bengkok) untuk menciptakan ekosistem pangan mandiri.

Menurut R Teddy Anggoro selaku Sekjen Yayasan Bijana Paksi Sitengsu, ekosistem pangan mandiri yang dimaksud mulai dari Pemasok Utama yang menyuplai bahan baku pangan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Kemudian Optimalisasi Lahan yakni transformasi lahan idle menjadi pusat pertanian dan peternakan produktif. Lumbung Mataraman juga menerapkan Sistem Terpadu yang mengintegrasikan pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM lokal dalam satu siklus, serta ekonomi kerakyatan yang memberdayakan BUMDes dan warga desa untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal,” jelas R Teddy Anggoro.

Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Sri Sultan Hamengkubuwono X melalui program Lumbung Mataram yang dinilai sangat sinkron dengan Pasal 38 Perpres No. 115 Tahun 2025 mengenai tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program yang telah dipersiapkan sejak dua tahun lalu ini memanfaatkan lahan kas desa seluas 1 hingga 1,25 hektar untuk dikelola masyarakat kurang mampu melalui sistem pertanian dan peternakan terintegrasi.

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa model kemandirian pangan ini adalah solusi strategis untuk mencegah inflasi serta kekurangan stok pangan akibat melonjaknya kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dengan menjadikan warga desa sebagai pemasok utama, program ini tidak hanya menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku lokal tanpa perlu mengambil dari luar daerah, tetapi juga secara nyata menggerakkan roda ekonomi kerakyatan dan memberdayakan masyarakat DIY secara inklusif.

“Yayasan Biijana Paksi Sitengsu berharap kepada Kepala Badan Gizi Nasional Prof. Dr.Ir Dadan Hindayana mendukung penuh pelakasanaan dan pembangunan SPPG di Kabupaten Gunung Kidul sesuai pertemuan antara Ngraso Dalem Sultan Hamengkubuwono X dengan Nanik S Deyang Wakil Kepala BGN beberaoa waktu lalu di Yogyakarta ,” pungkas R Teddy Anggoro.