Oh, bagus sekali! Jadi rakyat disuruh bayar lebih mahal supaya walikota atau bupati bisa pamer proyek cepat-cepat, sementara jalanan masih berlubang, banjir masih langganan, rumah sakit antre panjang, dan sekolah ambruk?
Konspirasi busuk! Dana dari pusat dipotong, APBD kurang, lalu solusinya bebani rakyat lewat pajak kendaraan yang hampir semua orang punya? Sasaran empuk katanya Pakar dari Undip Teguh Yuwono, karena paksaan, tak bayar tak bisa perpanjang STNK! Ini bukan pajak, ini pemerasan legal!
Mereka klaim kenaikan ini “tidak terlalu tinggi”, bandingkan dengan provinsi tetangga seperti Jogja, Jatim, Jabar, bahkan DKI, katanya Jateng paling rendah.
Rendah di mana? Rakyat merasa naik puluhan ribu sampai ratusan ribu, mobil dari Rp3 jutaan jadi Rp6 juta! Danang bilang setelah 2026 rakyat bakal “terbiasa”.
Terbiasa?! Terbiasa miskin? Terbiasa ditindas? Terbiasa lihat uang pajaknya dikorupsi lagi oleh oknum pejabat? PKB 2025 capai Rp3,96 triliun dari target Rp4,15 triliun, BBNKB Rp1,74 triliun dari Rp2,5 triliun, lesu karena daya beli rakyat ambruk, tapi kalian malah tambah beban! Opsen PKB bawa Rp2,1 triliun, BBNKB Rp1 triliun, uang segitu untuk apa kalau tidak balik ke rakyat?
Paling parah, tidak ada pemutihan 2026! Tahun lalu diskon bikin hilang Rp300 miliar, kalau setahun bisa Rp1 triliun, katanya.
Jadi rakyat yang telat bayar karena susah ekonomi langsung dihukum tanpa ampun! Teguh Yuwono sarankan pemutihan berkala, misal pas HUT RI, supaya yang susah bisa bernapas. Tapi pejabat mana peduli? Mereka lebih suka lihat rakyat menderita!
Gerakan tolak bayar pajak yang viral di Jawa Tengah ini bukan pemberontakan, ini jeritan putus asa! Rakyat sudah sadar, bayar pajak, uangnya dikorupsi.
Bayar lagi, fasilitas nol. Bayar terus, pejabat tambah kaya. Cukup sudah! Kalau kalian pemimpin benar-benar bodoh, cari sumber PAD lain, wisata, BUMD, investasi, bukan malah garuk kantong rakyat yang sudah megap-megap! Kalau tidak, tunggu saja badai amarah rakyat.
“Bang, tahan emosi, jangan ikutan marah.”
“Maaf, wak. Mau pesan Koptagul lagi.” Ups
Baca Juga: Sinergi Lintas Sektor : Polda Jateng dan ASEAN Foundation Garap AI Ready ASEAN
Oleh : Rosadi Jamani (Ketua Satupena Kalbar)










