FAKTANASIONAL.NET, OPINI – Kemarin kita ngobok-ngobok Jatim lewat adegan korupsi dana hibahnya. Kali ini giliran Jawa Tengah.
Rakyatnya seperti sedang dipalak Pemprov Jateng dengan kenaikan pajak. Muncul gerakan setop bayar pajak. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!
Wahai para pemimpin tamak di Pemprov Jawa Tengah! Kalian ini benar-benar level dewa dalam hal menyiksa rakyat!
Hanya otak yang sudah kehabisan akal sehat dan kreativitas nol besar yang bisa mikir satu-satunya cara naikin PAD adalah dengan menghajar kantong rakyat lewat pajak kendaraan yang naik gila-gilaan! Opsen PKB 16,6 persen, opsen BBNKB 32 persen. Ini bukan pajak lagi, ini perampokan terorganisir yang dikemas rapi dalam UU Nomor 1 Tahun 2022!
Baca Juga: Komitmen Prabowo: Membangun “The New Indonesia” Tanpa Korupsi
Kalian bilang ini untuk memperkuat APBD kabupaten/kota, untuk pembangunan, untuk kesejahteraan rakyat? Bohong besar!
Rakyat tahu persis uang itu bakal mengalir ke kantong pribadi, proyek fiktif, dan pesta pora pejabat yang sudah kekenyangan!
Lihat saja keluhan warga yang membanjiri media sosial.
Mereka sudah muak! Musta dari Mijen Semarang, motor Vario 2015-nya tiba-tiba kena opsen PKB Rp87.500, langsung bilang, “Enggan bayar, tunggu pemutihan aja!” Sinta dari Ngaliyan, motor matik 2014 yang seharusnya makin murah karena makin rusak, malah naik dari Rp189.000 jadi Rp209.500, kenaikan Rp20 ribu yang terasa seperti ditusuk pisau! Putranto (50) dari Mrican, motor Yamaha Mio tuanya melonjak dari Rp135 ribu jadi Rp172 ribu.
Ari Hildan (22), mahasiswa Kudus, harus minta tambahan duit ke orangtua karena pajak motor matiknya naik dari Rp280 ribu jadi Rp292 ribu. Ini bukan angka kecil, ini darah rakyat yang disedot habis-habisan di tengah ekonomi yang sudah ambruk!
Yang paling bikin darah mendidih, pejabatnya malah kabur! Kepala Bapenda Jateng Muhammad Masrofi, yang seharusnya paling bertanggung jawab, enggan respon konfirmasi media.
Asisten Perekonomian Hanung Triyono lebih parah lagi, langsung lari ke kamar mandi sambil bilang “Tidak, tidak (mau komentar)” seperti pengecut yang ketahuan korupsi!
Mereka janji keterangan resmi Jumat 13 Februari 2026? Pasti cuma omong kosong lagi untuk menenangkan rakyat yang sudah ngamuk! Ini bukti nyata, mereka takut tatap muka dengan rakyat yang mereka jarah!
Danang Wicaksono dari Bapenda malah sok bijak bilang opsen ini supaya kepala daerah bisa bangun wilayah, dana langsung masuk setiap hari, bukan sebulan sekali.










