Sindikat Penipuan Daring Asal China Sampaikan Permintaan Maaf Sebelum Eksekusi Mati

"Tangkap layar saat cucu dari pemimpin kelompok Ming, Ming Zhenzhen."
Tangkap layar saat cucu dari pemimpin kelompok Ming, Ming Zhenzhen. (Dok. faktakalsel.id)

“Saya ingin meminta maaf kepada rakyat China dan pemerintah China atas nama seluruh keluarga saya. Tindakan kami telah menyebabkan kerugian bagi puluhan ribu orang China. Saya sangat menyesal,” katanya di depan Pengadilan Rakyat Menengah Shenzhen.

Sindikat ini diketahui membangun pusat penipuan daring di Kokang, Myanmar. Fasilitas tersebut digunakan untuk mengoperasikan judi online, kasino, hingga aksi pemerasan dan penahanan ilegal terhadap para korbannya.

Vonis Mati untuk Kejahatan Kemanusiaan dan Narkoba

Kelompok Ming dan Bai tidak hanya mengorganisir penipuan daring, tetapi juga terlibat dalam aksi pembunuhan berencana.

Tercatat sebanyak 14 warga China menjadi korban pembunuhan oleh kelompok Ming, sementara kelompok Bai bertanggung jawab atas kematian 6 warga China.

Besaran perputaran uang ilegal dari kedua kelompok ini sangat fantastis. Keluarga Ming mengelola dana sekitar Rp24,29 triliun, sedangkan keluarga Bai mencapai Rp70,62 triliun. Jumlah tersebut mencakup hasil penyelundupan serta produksi 11 ton sabu atau methamphetamine.

Sebanyak 11 terdakwa dari sindikat Ming dan empat terdakwa dari kelompok Bai telah menerima vonis hukuman mati pada akhir tahun 2025.

Proses eksekusi mati tersebut akhirnya dilakukan sebagai bentuk ketegasan hukum terhadap kejahatan lintas batas yang merugikan puluhan ribu orang.

Baca Juga: Polri Bongkar Jaringan Judi Online dan Pencucian Uang Besar