Medan Tembus 35,8°C: BMKG Rilis Daftar 20 Wilayah Terpanas di Indonesia Maret 2026

/(ilustrasi/@pixabay)

Pemicu Atmosfer: Menjauhnya MJO dan Melemahnya Monsun

Peningkatan suhu yang dirasakan masyarakat saat ini bukan tanpa alasan. BMKG menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini sangat mendukung pemanasan permukaan bumi akibat minimnya tutupan awan.

Salah satu faktor utama adalah pergerakan Madden-Julian Oscillation (MJO).

Aktivitas gangguan atmosfer yang biasanya membawa massa udara basah ini dilaporkan telah bergerak meninggalkan wilayah Indonesia menuju arah timur.

Akibatnya, pembentukan awan hujan di wilayah bagian barat dan tengah Indonesia, termasuk Jakarta, berkurang drastis sehingga radiasi matahari langsung mengenai permukaan bumi tanpa penghalang.

Selain itu, Monsun Asia yang biasanya membawa angin lembap juga dilaporkan melemah.

Kondisi ini menyebabkan suplai massa udara yang memicu hujan tidak sekuat periode sebelumnya, sehingga cuaca cenderung cerah hingga terik pada siang hari.

Tips Menghadapi Cuaca Panas

Mengingat suhu di beberapa titik telah mendekati 36°C, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dengan langkah-langkah berikut:

  • Hidrasi Cukup: Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.

  • Lindungi Kulit: Gunakan tabir surya (sunscreen) dan pelindung fisik seperti payung atau topi saat beraktivitas di luar ruangan.

  • Pantau Informasi: Selalu cek pembaruan suhu dan indeks UV melalui aplikasi resmi BMKG.

Meskipun suhu di atas 34°C adalah hal yang wajar terjadi saat radiasi matahari dominan, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca mendadak mengingat Indonesia masih berada dalam periode transisi musim.