Akar dari kebijakan ekstrem ini adalah serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu yang menelan ribuan korban jiwa, termasuk tokoh kunci Iran.
Sejak saat itu, serangan balasan berupa drone dan rudal terus menghantam fasilitas militer serta mengganggu jalur penerbangan.
Dengan ditutupnya akses bagi sekutu Barat, Iran seolah mengunci pintu gerbang energi dunia demi mengamankan posisi tawar mereka di kancah hukum internasional.[dit]










