“Saat ini area tersebut dalam kondisi bersih dan situasi telah kembali kondusif, dengan operasional bandara tetap berjalan lancar,” tambahnya.
Belasan Penerbangan Terpaksa Dialihkan
Meski kerusakan fisik di terminal dapat segera ditangani, kondisi cuaca ekstrem di sisi udara berdampak signifikan pada jadwal penerbangan.
Data dari Airport Operation Control Center (AOCC) menunjukkan gangguan pada fase pendaratan pesawat demi alasan keamanan.
Tercatat sebanyak 12 penerbangan terpaksa dialihkan (divert) ke bandara terdekat, sementara 14 pesawat lainnya harus melakukan prosedur holding (berputar di udara), 13 pesawat melakukan go around (batal mendarat saat sudah mendekati landasan), dan satu penerbangan harus kembali ke apron (Return to Apron).
“Keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional,” tegas Yudistiawan.
Fasilitas Sisi Udara Tetap Aman
Walaupun terjadi kerusakan pada atap terminal, PT Angkasa Pura Indonesia memastikan infrastruktur vital di landasan pacu tetap berfungsi optimal. Tidak ditemukan adanya genangan air yang menghambat mobilitas pesawat di area teknis.
Yudistiawan memastikan seluruh fasilitas sisi udara seperti runway, taxiway, dan apron berada dalam kondisi baik dan tetap dapat beroperasi secara normal tanpa adanya genangan yang mengganggu pergerakan pesawat.
Para penumpang diimbau untuk tetap memantau status penerbangan mereka melalui maskapai masing-masing mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif.











