Namun, koreksi kurs ini justru membuat saham lokal lebih murah di mata investor asing. Di sisi lain, karena banyak saham kini berstatus oversold, investor domestik diimbau memanfaatkan momentum untuk menopang IHSG. Perhatian pelaku pasar kini turut tertuju pada prospek rebalancing indeks MSCI dan FTSE yang diharapkan membawa sentimen positif.
Sementara itu, analis MNC Sekuritas Herditya memaparkan ragam faktor yang membayangi stabilitas ekonomi saat ini. Tensi konflik Timur Tengah serta mencuatnya risiko fiskal memicu investor beralih ke dolar AS sebagai aset pelindung.
Ketidakpastian fiskal tersebut bahkan berimbas pada penurunan rating outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif. Oleh karena itu, Herditya menyarankan investor pasar modal untuk tampil lebih selektif.
Pasalnya, emiten yang bergantung pada barang impor maupun memiliki utang berdenominasi dolar AS akan terdampak secara langsung oleh fluktuasi ini.[dit]











