Setyo menegaskan bahwa mencegah jauh lebih efektif dan ekonomis daripada harus terus-menerus membiayai operasional penindakan dan perawatan koruptor di lembaga pemasyarakatan.
Sebagai langkah konkret pencegahan, peluncuran buku panduan PAK diharapkan mampu menjadi kompas moral bagi generasi muda.
Setyo bahkan mengibaratkan buku ini layaknya pegangan wajib yang diwariskan untuk anak cucu agar mengenali dan menjauhi bibit-bibit perilaku koruptif sedari dini. Ia menargetkan tunas bangsa tumbuh dengan fondasi integritas yang kokoh.
Menurut Setyo, pembentukan karakter antikorupsi tidak seharusnya menunggu hingga seseorang berhadapan dengan hukum.
Ia menekankan bahwa masa depan Indonesia yang bersih dari praktik kotor tidak berawal dari dinginnya ruang pemeriksaan, penyidikan, atau kursi pesakitan di pengadilan.
“Mari kita sama-sama sepakati bahwa masa depan tanpa korupsi kita mulai dari ruang kelas,” ujar Setyo, mengakhiri pesannya tentang pentingnya peran institusi pendidikan dalam mencetak generasi emas yang jujur dan bersih.[dit]










