Rupiah Tembus Rp17.600, Celios Bantah Prabowo soal Warga Desa Tak Terdampak Dolar

Monitor pergerakan grafik nilai tukar mata uang di sebuah ruang transaksi pasar uang. Kurs rupiah di pasar spot merosot tajam hingga bertengger di level Rp17.845 per dollar AS, memicu volatilitas tinggi pada pergerakan IHSG akibat ancaman gelombang capital outflow oleh investor asing./Foto : Istimewa

FAKTANASIONAL.NET – Menyikapi nilai tukar Rupiah yang semakin terperosok hingga menyentuh angka Rp17.600 per Dolar AS, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, melontarkan peringatan keras.

Berdasarkan wawancaranya yang dikutip oleh RMOL di Jakarta pada Sabtu (16/5/2026), Bhima menegaskan bahwa merosotnya mata uang Garuda ini akan membawa efek domino yang mematikan, bahkan hingga ke pelosok pedesaan.

Pernyataan ini sekaligus merespons pandangan Presiden Prabowo Subianto sebelumnya, yang sempat berujar warga desa tak perlu pusing memikirkan fluktuasi Dolar AS saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.

Bhima secara terang-terangan menepis anggapan bahwa masyarakat pedesaan sama sekali kebal terhadap dinamika mata uang asing. Menurutnya, keseharian warga di daerah pun amat lekat dengan beragam produk yang memiliki komponen impor.

Ia mencontohkan berbagai barang krusial mulai dari telepon seluler, kendaraan bermotor, perangkat elektronik rumah tangga, hingga alat-alat pertanian.