“Dan apa yang dilakukan oleh Israel merupakan suatu hal yang melanggar kemanusiaan. Karena mereka adalah ada dalam misi damai, saya hargai, apresiasi semangat mereka untuk eh sama-sama mencari solusi dari permasalahan dari saudara-saudara kita yang ada di Palestina, di Gaza,” tegas Menlu.
Guna mengamankan jalur evakuasi dan pembebasan sembilan WNI tersebut, Kementerian Luar Negeri RI bergerak cepat dengan menggalang koordinasi bersama sejumlah negara mitra strategis regional yang memiliki akses komunikasi langsung ke Israel.
“Kita juga sudah minta bantuan dari teman-teman kita di Yordania, di Turki, kemudian juga dari sumber-sumber lain ya. Rekan-rekan yang ada di negara-negara yang punya hubungan diplomatik dengan Israel untuk menyampaikan pesan ini,” pungkas Sugiono.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi jumlah manifestasi WNI yang diamankan di perairan tersebut bertambah menjadi sembilan orang, yang terdiri dari gabungan elemen jurnalis nasional dan relawan lembaga zakat kemanusiaan (GPCI).
Berikut adalah daftar sembilan nama WNI yang saat ini diintersep oleh otoritas Israel:
-
Herman Budianto Sudarsono (GPCI – Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
-
Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
-
Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat) – Kapal Josef
-
Asad Aras Muhammad (GPCI – Spirit of Aqso) – Kapal Kasr-1
-
Hendro Prasetyo (GPCI – SMART 171) – Kapal Kasr-1
-
Bambang Noroyono (REPUBLIKA) – Kapal BoraLize
-
Thoudy Badai Rifan Billah (REPUBLIKA) – Kapal Ozgurluk
-
Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) – Kapal Ozgurluk
-
Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) – Kapal Ozgurluk
Baca Juga: Desakan MPR untuk Presiden Prabowo: Gunakan Lobi Trump Bebaskan 5 WNI di Israel









