“Perbaikan dan pengawalan program harus terus dilakukan agar bantuan pemerintah benar-benar berkualitas, akuntabel, dan mampu mendukung peningkatan produksi serta kesejahteraan petani,” tambah Fadjry.
Secara teknis, BRMP Sulawesi Utara bersama instansi dinas terkait melakukan penyisiran verifikasi di dua klaster pembibitan utama, yakni di Kelurahan Bengkol (Kota Manado) dan Desa Suwaan, Kecamatan Airmadidi (Kabupaten Minahasa Utara).
Hasil rekonsiliasi data bersama para penyuluh pertanian mencatat total ada 39.861 batang bibit kelapa yang siap didistribusikan per plot data 16 Mei 2026.
Pulih dari Serangan Hama Brontispa sp.
Selain melakukan validasi jumlah fisik, tim gabungan juga memeriksa secara detail kondisi klinis tanaman kelapa yang sebelumnya sempat dilaporkan terdampak serangan hama Brontispa sp. (hama kumbang janur kelapa).
Hasil pengamatan berkala menunjukkan kabar positif, di mana kondisi kesehatan bibit berangsur membaik secara signifikan setelah dilakukan tindakan pengendalian proteksi tanaman secara intensif. Pemulihan ini ditandai dengan munculnya helai daun muda yang terbuka secara normal tanpa ada bercak kering gejala serangan hama, sehingga visual bibit kembali terlihat segar dan prima.
Kepala BRMP Sulawesi Utara, Steivie Karouw, menegaskan bahwa proses pendampingan kepada penangkar dan petani tidak akan putus di tengah jalan demi menjamin mutu komoditas saat ditanam massal nanti.
“Pengawalan dilakukan mulai dari verifikasi jumlah bibit, pengecekan kondisi pertumbuhan tanaman, hingga memastikan bibit yang disalurkan benar-benar sehat dan layak tanam,” pungkas Steivie.
Ke depan, koordinasi lintas instansi dan balai karantina akan terus diperketat agar pasokan bibit kelapa dari bumi Nyiur Melambai ini berjalan optimal, konsisten, serta terbebas dari ancaman penularan hama maupun penyakit endemik tanaman.
Baca Juga: Kementan Pacu Rehabilitasi 6.451 Hektare Sawah Terdampak Bencana di Sumatera Barat











