Banjir Rob Kotawaringin Timur Rendam Belasan Rumah dan Akses Jalan Warga

Kondisi genangan banjir rob merendam permukiman warga dan fasilitas jalan di Kotawaringin Timur akibat luapan air Sungai Mentaya. (Sumber foto: BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur)
Kondisi genangan banjir rob merendam permukiman warga dan fasilitas jalan di Kotawaringin Timur akibat luapan air Sungai Mentaya. (Sumber foto: BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur)

FAKTANASIONAL.NET – Bencana banjir rob Kotawaringin Timur merendam 13 unit rumah warga dan sejumlah fasilitas umum akibat luapan air muara Sungai Mentaya pada Kamis (21/5/2026).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan bahwa peningkatan tinggi muka air laut secara cepat memicu genangan yang masuk hingga ke kawasan permukiman penduduk setempat.

Peristiwa meluapnya air laut ini berdampak secara langsung pada kelancaran aktivitas 13 kepala keluarga yang bermukim di sekitar wilayah pesisir muara sungai.

Selain merendam rumah warga, genangan air pasang ini juga membanjiri fasilitas pendidikan serta memutus sementara akses jalan darat masyarakat sepanjang 500 meter.

Wilayah permukiman yang paling terdampak oleh limpahan debit air tersebut meliputi kawasan Kelurahan Samuda Kota di wilayah administratif Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

Luapan air laut tersebut juga terpantau ikut merendam area perumahan warga di Desa Mentawa Baru Hulu yang berada dalam cakupan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan asesmen tingkat kerusakan di seluruh lokasi kejadian.

Petugas kebencanaan terus melakukan langkah koordinasi intensif dengan jajaran pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat guna mempercepat penanganan darurat.

Kondisi terkini dari lapangan memperlihatkan bahwa volume genangan banjir rob Kotawaringin Timur di area permukiman warga sudah mulai berangsur surut.

Meskipun volume air dilaporkan sudah menyusut, proses pemantauan ketat tetap dilakukan oleh tim gabungan untuk memastikan seluruh kondisi wilayah terdampak kembali aman.

Langkah antisipasi bencana terus disiagakan secara penuh oleh jajaran pemerintah daerah guna menghadapi berbagai kemungkinan terjadinya fenomena pasang air laut susulan.

Pemerintah pusat juga tidak henti mengimbau masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah untuk terus meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap besarnya potensi ancaman cuaca ekstrem.

Prakiraan cuaca dari lembaga berwenang mengindikasikan bahwa intensitas hujan sedang hingga lebat masih memiliki probabilitas tinggi untuk melanda kawasan tersebut dalam beberapa hari ke depan.

Tingkat kesiapsiagaan warga yang tinggi dinilai sangat esensial untuk meminimalkan besaran risiko kerugian materiil apabila bencana serupa kembali melanda secara mendadak.

(*Red)