Untuk memastikan eksekusi berjalan lancar, BGN menerapkan aturan tegas bagi setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Fasilitas yang mengabaikan pelayanan untuk kelompok 3B akan langsung dijatuhi sanksi pembekuan operasional (suspend).
Kebijakan agresif ini diklaim telah membuahkan hasil signifikan, terlihat dari lonjakan sekitar 22 juta penerima manfaat baru dari kelompok 3B dalam beberapa pekan terakhir.
Selain mengubah fokus demografis, BGN juga tengah mengevaluasi peta distribusi anggaran secara menyeluruh. Langkah refocusing ini mencakup peninjauan ulang terhadap sekolah-sekolah berbiaya mahal atau institusi yang siswanya dinilai telah mapan secara ekonomi.
Jika dinilai tidak lagi membutuhkan intervensi gizi dari negara, alokasi dana untuk sekolah elit tersebut akan segera dicabut.
Anggaran yang berhasil diselamatkan dari efisiensi tersebut nantinya akan dialihkan secara penuh untuk memperluas jangkauan program MBG ke kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Melalui skema pengalihan ini, BGN berharap penambahan jumlah penerima manfaat di masa mendatang akan jauh lebih tepat sasaran dan mampu menjangkau lapisan masyarakat yang selama ini terpinggirkan dari akses nutrisi memadai.[dit]











