Daerah  

Sisa Pembakaran Sampah Picu Kebakaran Lahan 20 Hektare di Sabu Raijua NTT

Petugas BPBD Kabupaten Sabu Raijua bersama aparat TNI, Polri, dan masyarakat peduli api bergotong-royong memadamkan sisa titik api yang membakar lahan kering seluas 20 hektare di Kecamatan Sabu Tengah, Sabu Raijua, NTT./Dok. BPBD NTT

“Hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Sabu Raijua dan tim gabungan mengungkap penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari sisa pembakaran sampah, yang kemudian terbawa angin, sehingga menyebar dan memicu kebakaran luas,” terang Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Senin (15/6/2026), seperti dilansir dari Antara.

Berdasarkan laporan kronologis yang masuk ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, titik api mulai terdeteksi merayap di permukaan lahan sejak Kamis siang. Menyadari kobaran api kian mendekati area perumahan, warga setempat langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang karena khawatir tempat tinggal mereka ikut terbakar.

Merespons laporan kedaruratan itu, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sabu Raijua langsung diterjunkan secara masif ke titik lokasi kejadian untuk melakukan upaya lokalisasi dan pemadaman demi memutus jalur perambatan api.

Dalam operasi taktis di lapangan, tim reaksi cepat BPBD berkolaborasi aktif dengan aparat gabungan dari unsur TNI, Polri, jajaran instansi pemerintah daerah terkait, serta kelompok masyarakat peduli api binaan setempat.

Belajar dari insiden ini, pihak BNPB mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan harian mereka.

Warga sangat dilarang untuk melakukan aktivitas pembakaran sampah secara sembarangan ataupun memaksakan diri membuka lahan baru dengan metode membakar, terutama saat wilayah NTT mulai memasuki siklus musim kemarau yang rawan bencana kebakaran.

Baca Juga: BNPB Tangani Dampak Banjir, Karhutla, dan Cuaca Ekstrem di Tiga Wilayah Indonesia