Oleh karena itu, setiap warga negara diharapkan mampu membedakan antara kritik terhadap kebijakan publik dengan tindakan yang merendahkan kehormatan lembaga negara. Garda Prabowo Jawa Timur menilai masyarakat perlu terus diberikan pemahaman mengenai literasi politik dan etika komunikasi publik di era digital.
“Demokrasi yang sehat bukan demokrasi yang dipenuhi caci maki dan penghinaan. Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang menghadirkan gagasan, argumentasi, serta kritik yang membangun demi kepentingan rakyat dan kemajuan Indonesia,” ujar H. Denny Hermanto.
Organisasi tersebut juga mengingatkan bahwa sejarah bangsa dibangun di atas nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan musyawarah. Masyarakat saat ini menghadapi berbagai tantangan strategis seperti pembangunan ekonomi, pendidikan, ketahanan pangan, hingga persaingan global. Dalam situasi ini, seluruh elemen bangsa diharapkan berkontribusi melalui pemikiran konstruktif.
Garda Prabowo Jawa Timur mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadi teladan dalam menciptakan ruang diskusi publik yang edukatif, santun, dan berorientasi pada solusi. Perbedaan pilihan dan pendapat adalah hal yang wajar, namun persatuan bangsa harus tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh dikorbankan.
Menutup pernyataannya, H. Denny Hermanto mengajak semua komponen masyarakat menjaga suasana kondusif dan mengedepankan kepentingan bangsa.
“Jawa Timur adalah wilayah yang menjunjung tinggi nilai kesantunan, persaudaraan, dan gotong royong. Mari kita jaga demokrasi yang sehat dengan kritik yang membangun, bukan dengan penghinaan yang dapat merusak persatuan bangsa. Indonesia membutuhkan persatuan, kedewasaan politik, dan semangat kebangsaan dari seluruh elemen masyarakat,” tutup H. Denny Hermanto.











