Kebakaran Rumah di Sanggau Diduga Kuat Akibat Anak Bermain Korek Api

Petugas pemadam kebakaran gabungan dan warga setempat berupaya memastikan api padam total pada bangunan semi permanen yang terbakar di Kelurahan Beringin Kabupaten Sanggau. (Dok. Polres Sanggau)

SANGGAU, FAKTANASIONAL.NET – Satu unit rumah semi permanen milik Rifa’i (65) di Jalan Perintis Kelurahan Beringin Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau terbakar pada Selasa (16/6/2026) sore.

Peristiwa kebakaran rumah di Sanggau ini pertama kali diketahui warga sekitar pukul 17.15 WIB saat kepulan asap pekat muncul dari bagian depan bangunan.

Insiden tersebut bermula ketika anak pemilik rumah bernama Trian Ramandha sedang membersihkan halaman dan tiba-tiba mendengar teriakan dari dua keponakannya.

Kedua anak yang bernama Nisa dan Kemal tersebut memberitahukan bahwa telah terjadi musibah kebakaran di dalam kamar depan rumah mereka.

Trian yang segera memeriksa ke dalam ruangan melihat kobaran api telah membesar dan menghanguskan sejumlah bagian interior kamar.

Menyadari bahaya yang mengancam Trian segera meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pemadaman awal sembari menghubungi petugas berwenang.

Warga sekitar langsung bahu-membahu melakukan upaya pemadaman darurat menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu kedatangan armada pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sanggau Badan Penanggulangan Bencana Daerah Yayasan Bhakti Sentosa serta aparat kepolisian dengan sigap langsung memadamkan kobaran api.

Setelah petugas dan warga berjibaku bersama menjinakkan api kebakaran akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya pada pukul 18.20 WIB.

Pihak kepolisian memastikan tidak ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa maupun luka dalam musibah kebakaran rumah di Sanggau ini.

Sementara itu nilai total kerugian material yang dialami oleh korban akibat kejadian tersebut hingga kini masih dalam tahap perhitungan pihak berwenang.

Berdasarkan pengumpulan bahan keterangan dari para saksi di lokasi kejadian dugaan sementara menyebutkan bahwa sumber api berasal dari aktivitas bermain anak.

Percikan api dari pemantik korek tersebut diduga mengenai sprei tempat tidur sebelum akhirnya merambat dengan cepat ke bagian gorden ruangan yang mudah terbakar.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Sanggau Inspektur Polisi Dua Thomson M Pakpahan mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Hasil penyelidikan awal petugas kepolisian di lapangan mengarah pada faktor kelalaian saat anak-anak bermain benda berbahaya yang memicu nyala api tanpa pengawasan orang tua.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi-saksi, dugaan sementara api berasal dari permainan korek api di dalam kamar yang kemudian menyambar sprei dan gorden hingga menyebabkan kebakaran. Kami mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama terkait penggunaan benda yang berpotensi menimbulkan bahaya seperti korek api maupun sumber api lainnya,” ujar IPDA T.M. Pakpahan.

Ia menambahkan bahwa peran kewaspadaan keluarga sangat krusial dalam melakukan pencegahan dini agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Kesadaran terhadap potensi ancaman kebakaran di lingkungan rumah tangga perlu terus ditanamkan demi menjaga keselamatan nyawa seluruh anggota keluarga beserta aset properti berharga.

(*Red)