Anggaran Triliunan Rupiah Disiapkan Pemerintah Untuk Perluas Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Ini

Pemerintah memperluas target program Revitalisasi Satuan Pendidikan menjadi puluhan ribu sekolah pada tahun 2026 demi menghadirkan ruang belajar yang aman. (Dok. kemendikdasmen)

FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah berencana memperluas target pelaksanaan program Revitalisasi Satuan Pendidikan menjadi 71.744 sekolah di seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2026.

Program strategis ini merupakan salah satu langkah nyata negara dalam menghadirkan ruang belajar yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Pendidikan Nonformal dan Informal Gogot Suharwoto menjelaskan bahwa pada rencana awal pemerintah hanya menargetkan perbaikan untuk 11.744 sekolah.

Perluasan target perbaikan infrastruktur tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden guna menjangkau lebih banyak fasilitas pendidikan di berbagai daerah.

Pelaksanaan program Revitalisasi Satuan Pendidikan ini secara khusus diarahkan untuk memperkuat kualitas sarana dan prasarana kegiatan belajar mengajar.

Pemerintah memfokuskan prioritas pembangunan pada sekolah yang mengalami kerusakan berat serta wilayah yang masuk dalam kategori tertinggal terdepan dan terluar.

Selain itu berbagai fasilitas pendidikan yang terdampak langsung oleh bencana juga menjadi sasaran utama dalam penentuan prioritas perbaikan tahun ini.

Penetapan skala prioritas perbaikan tersebut dilakukan oleh pemerintah demi menjawab kebutuhan penyediaan fasilitas belajar yang paling mendesak di lapangan.

Hingga saat ini proses pelaksanaan perbaikan infrastruktur tersebut telah berjalan dan berhasil menyentuh angka 8.503 sekolah di berbagai daerah.

Angka capaian tersebut menunjukkan bahwa pemerintah telah merampungkan sekitar 72 persen perbaikan dari target awal yang ditetapkan sebelum adanya perluasan.

Total dana bantuan yang telah tersalurkan untuk mempercepat pelaksanaan perbaikan bangunan ribuan gedung sekolah tersebut kini mencapai angka Rp3,69 triliun.

Khusus untuk penanganan di wilayah terdampak bencana pemerintah juga tengah melakukan pembangunan fisik ulang terhadap 3.101 sekolah yang rusak.

Pembangunan kembali fasilitas pendidikan di berbagai daerah rawan bencana tersebut menelan total nilai bantuan anggaran negara sebesar Rp2,97 triliun.

Gogot menegaskan bahwa seluruh rangkaian perbaikan infrastruktur ini dipandang murni sebagai bentuk ikhtiar negara untuk memastikan setiap anak mendapatkan lingkungan pendidikan yang layak.

Langkah percepatan pembangunan ini bertujuan utama untuk memastikan proses pembelajaran tetap dapat berlangsung secara maksimal meskipun berada dalam kondisi darurat infrastruktur.

(*Red)