“Tadi setelah berhasil mengejar ketertinggalan di game kedua, lawan menjadi lebih percaya diri, jadi lebih kuat dari segi defence-nya,” tambahnya.
Akui Keunggulan Ketenangan dan Pertahanan Ganda Korea
Senada dengan rekannya, Devin Artha Wahyudi juga sepakat bahwa menjaga ritme fokus adalah faktor paling krusial yang wajib mereka tingkatkan pada turnamen berikutnya.
Atlet jebolan PB Djarum ini mengaku sempat kewalahan mengantisipasi perubahan strategi lawan yang mendadak dinamis ketika tensi pertandingan mulai meninggi.
“Lawan kami cukup kuat. Untuk kendala kami tadi adalah hilang fokus dan kurang tenang saat terkejar,” aku Devin.
Devin juga memberikan apresiasi terhadap kematangan mental bertanding yang ditunjukkan oleh pasangan Jin Yong/Lee Jongmin sepanjang laga melelahkan tersebut.
“Lawan unggul dalam kekuatan dan tahan di lapangan. Mereka lebih tenang saat poin tertinggal maupun saat poin unggul,” pungkas Devin menyudahi evaluasi.
Pengalaman berharga dari turnamen komersial di Macau ini diharapkan mampu mendewasakan pola permainan Devin/Faathir, sekaligus menjadi batu loncatan penting agar mereka bisa tampil lebih konsisten di level turnamen BWF yang lebih tinggi.
Baca Juga: Telak! Sumut Gagal Curi Poin dari Jakarta di Laga Badminton Beregu Putri PON XXI 2024











