Mulai dari Bhabinkamtibmas di desa-desa, personel lalu lintas di jalan raya, anggota yang mengawal arus mudik, menangani bencana alam, memberantas kejahatan, menjaga stabilitas nasional, hingga melindungi objek-objek vital negara.
Bagi Haidar, pengabdian tersebut merupakan salah satu fondasi yang membuat Indonesia tetap mampu bergerak maju di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.
“Polri yang kuat bukan ancaman bagi demokrasi, melainkan jaminan bagi stabilitas pembangunan. Sebab, negara yang aman akan melahirkan kepercayaan, kepercayaan akan melahirkan investasi, investasi akan melahirkan lapangan kerja, dan lapangan kerja akan melahirkan kesejahteraan rakyat,” ujar Haidar Alwi.
Karena itu, penguatan Polri bukan semata memperkuat sebuah institusi, melainkan memperkuat masa depan Indonesia.
Saatnya Indonesia Bergerak dari PRESISI Menuju Smart Policing 5.0.
Haidar Alwi menjelaskan, saat ini Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun salah satu sistem kepolisian modern terbaik di kawasan Asia Tenggara.
Nah, Haidar menyebut UU Polri 2026 telah membuka jalan menuju Smart Policing 5.0, yaitu model kepolisian yang mengintegrasikan teknologi, sumber daya manusia, dan tata kelola organisasi yang profesional ke dalam satu ekosistem pelayanan publik yang modern.
“Pemanfaatan AI, body worn camera, CCTV, sistem pengaduan digital, penguatan pendidikan HAM, dan pendekatan humanis merupakan langkah maju yang sangat relevan dengan perkembangan zaman,” katanya menjelaskan.
Pada saat yang sama, lanjut Haidar, penguatan pengawasan internal, budaya integritas, dan tata kelola organisasi yang sehat akan memastikan profesionalisme Polri terus tumbuh beriringan dengan transparansi dan akuntabilitas.
Lebih jauh lagi Haidar memaparkan UU Polri mengirimkan pesan kuat, bahwa negara sedang membangun institusi yang semakin inklusif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk menjadi bagian dari Polri menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa adalah ruang yang terbuka bagi seluruh anak bangsa yang memiliki kompetensi dan semangat melayani Indonesia,” tegasnya.
Berkat penataan itu semua, Haidar menilai Indonesia patut optimistis karena Polri hari ini tidak lagi hanya berbicara tentang keamanan, juga tentang peradaban.
“Semakin modern Polri, semakin besar pula peluang Indonesia untuk tumbuh menjadi negara maju yang aman, produktif, dan berdaya saing tinggi di tingkat global,” katanya.
Ia juga menyebut Polri yang kuat akan menjadi mitra strategis Presiden Prabowo dalam mengawal Asta Cita, menjaga stabilitas nasional, serta memastikan seluruh manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh rakyat Indonesia.
“Saya optimistis Indonesia sedang berada di jalur yang tepat. Presiden Prabowo sedang membangun fondasi besar pembangunan nasional, sementara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama seluruh jajaran Polri menjaga stabilitas yang menopangnya,” ungkap Haidar.
Pada akhirnya, Haidar menegaskan bahwa ketika pembangunan dan keamanan berjalan beriringan, Indonesia bukan hanya akan mencapai Indonesia Emas 2045, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu negara paling aman, paling tangguh, dan paling disegani di dunia.
“Sebab pada akhirnya yang sedang dibangun bukan hanya keamanan hari ini, melainkan kekuatan peradaban Indonesia untuk generasi-generasi mendatang,” pungkas Haidar Alwi.
