Pemerintah Siapkan Intervensi AI untuk Program Bantuan Sosial Jangkau 18 Juta Keluarga

Menkomdigi Meutya Hafid - Pemerintah mendorong pembagian porsi yang adil antara platform global dan ekosistem digital domestik./Dok. Ist.

FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat adanya tren penurunan investasi dan pendanaan inovasi di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir.

Penurunan tersebut terdeteksi terus berlangsung sejak periode empat tahun lalu.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa penurunan arus modal ke sektor digital ini dipicu oleh melemahnya tingkat kepercayaan investor global terhadap stabilitas dan prospek return di kawasan regional.

“Pertumbuhan pendanaan inovasi di Asia Tenggara yang memang turun. Jadi bukan cuman Indonesia, tapi Asia Tenggara turun sejak tahun 2021. Ada krisis kepercayaan atau trust yang memang harus kita kembalikan bersama untuk membuat investasi juga lebih confident untuk masuk ke Tanah Air,” ujar Meutya dalam acara Digital Ecosystem Alignment (DEAL) di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Baca Juga: Wamenkomdigi Blak-blakan Bahaya Deepfake AI dan Pentingnya Ketahanan Siber

Merujuk data laporan e-Conomy SEA 2025 dari Google, Temasek, dan Bain, nilai ekonomi digital Indonesia sebenarnya tercatat mendominasi kawasan ASEAN dengan angka mencapai sekitar US$99 miliar atau setara sepertiga dari total nilai ekonomi digital regional.

Namun, Meutya mengingatkan bahwa tingginya nilai valuasi tersebut belum mencerminkan produktivitas riil di dalam negeri akibat adanya isu retensi nilai.

Pemerintah menyoroti banyaknya sirkulasi modal yang justru berputar dan tercatat pada platform global yang berbasis di luar yurisdiksi Indonesia.