Akibat serangan tersebut, satu personel kepolisian, Aipda Yudhie Perdana Putra, gugur setelah menderita luka bacok.
Sementara itu, dua anggota lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang setelah nekat menyeberangi sungai untuk menyelamatkan diri dari kepungan massa.
Menambah informasi dari berbagai sumber, menanggapi situasi darurat tersebut, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri segera turun tangan. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menyatakan pihaknya memberikan dukungan penuh kepada Polda Kalteng dan Polres Katingan dalam upaya penyisiran, pencarian personel yang hilang, serta pengejaran terhadap kelompok penyerang.
Brigjen Eko Hadi Santoso menegaskan bahwa Mabes Polri menaruh perhatian besar pada insiden ini. Selain menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Aipda Yudhie, pihaknya kini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap taktis operasi di lapangan.
“Setiap pelaksanaan penindakan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari pemetaan ancaman hingga perlengkapan personel. Keselamatan anggota adalah prioritas utama tanpa harus mengurangi ketegasan dalam memberantas narkotika,” tegas Eko.
Fokus utama kepolisian saat ini tetap pada misi penyelamatan anggota yang hilang serta pengungkapan tuntas jaringan narkotika yang terlibat dalam penyerangan tersebut.[dit]











