“Saldo tersebut di atas di luar hutang bunga,” tulis Manajemen PMMP dikutip dari Keterbukaan Informasi, Jumat (3/7/2026).
PMMP sedang mengalami kendala di modal kerja, sehingga untuk menjalankan kegiatan operasional membutuhkan modal kerja sekitar US$15 juta atau sekitar Rp269,11 miliar.
Perusahaan ini hanya mengoperasikan satu unit plant di Situbondo guna memenuhi kebutuhan ekspor dan perseroan terpaksa melakukan pembelian dari perusahaan lain.
“Sementara ini perseroan membeli produk jadi dari perusahaan lain dengan pembayaran dibelakang setelah hasil ekspor diterima oleh perseroan,” ujar Manajemen PMMP.
Kapasitas produksi juga turun mendorong PMMP melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Sejak 2024 sampai sekarang perusahaan ini telah melakukan PHK sebanyak 37 orang staf, 79 orang pekerja harian, dan 82 staf resign.
Sebagian saham PMMP dipegang oleh perusahaan milik Kaesang Pangarep, yakni PT Harapan Bangsa Kita. Perusahaan tersebut mempunyai 188.240.000 atau sekitar 7,27% saham PMMP.











