Harapan itu satu demi satu runtuh. Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia di sebuah lanting terapung. Beberapa hari kemudian, Bripda Nopandri ditemukan mengapung di wilayah Desa Tumbang Lahang. Aiptu Sumariyanto juga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Tiga aparat gugur dalam sebuah operasi yang semula dimaksudkan untuk memutus mata rantai peredaran narkotika.
Sementara itu, penyelidikan terus berkembang. Sejumlah orang diduga terlibat berhasil diamankan. Termasuk Saldy alias Ateng serta beberapa tersangka lain. Namun, penangkapan itu belum menghapus pertanyaan terbesar, apakah persoalan sebenarnya hanya beberapa pelaku, atau ada jaringan sosial yang jauh lebih dalam dan lebih sulit disentuh?
Di sinilah ironi yang paling menyakitkan. Negara datang membawa hukum. Yang menyambut justru parang, amarah, dan solidaritas yang, menurut dugaan penyidik, berpihak kepada orang yang menjadi target penegakan hukum. Ketika hubungan keluarga, loyalitas kelompok, atau ketergantungan ekonomi bertemu dengan bisnis narkotika, batas antara korban dan pelindung pelaku menjadi semakin kabur.
Narkoba tidak hanya menjual barang haram. Ia perlahan membangun benteng sosialnya sendiri. Ia membeli kesetiaan, memelihara ketakutan, dan mengikis kewibawaan hukum sedikit demi sedikit hingga aparat yang datang menegakkan aturan justru dipandang sebagai ancaman.
Inilah tragedi yang sesungguhnya. Yang gugur bukan hanya tiga anggota polisi dan seorang warga. Yang ikut terluka adalah wibawa negara, rasa aman masyarakat, serta keyakinan bahwa hukum selalu mampu berdiri lebih tinggi daripada kekuasaan uang dan jaringan kejahatan.
Bupati Katingan telah mengajak seluruh elemen masyarakat memerangi narkoba. Seruan itu penting. Namun seruan saja tidak cukup bila akar persoalan tetap dibiarkan tumbuh. Sebab selama sebuah desa masih mampu berubah menjadi benteng perlindungan bagi bisnis narkotika, maka setiap operasi berikutnya berpotensi berubah menjadi tragedi berikutnya.
Sungai Katingan kini kembali mengalir tenang. Tetapi ketenangan itu menyimpan jejak yang sulit dihapus. Air sungai mungkin telah membawa pergi darah dan tangis malam itu, tetapi tidak membawa pergi pertanyaan yang terus menghantui: apakah negara benar-benar telah memenangkan perang melawan narkoba, atau justru baru menyadari betapa dalam akar persoalan yang sedang dihadapinya?
Katingan, 5 Juli 2026
Oleh: Jamani











