Sejarah Pulau Penebang dan Pelapis yang Kini Terancam oleh Panambang

Kondisi Pulau Penebang di Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayon Utara, Kalimantan Barat yang saat ini tengah dieksploitasi untuk kegiatan pertambangan/Dok. Ist

FAKTANASIONAL.NET – Pulau Penebang dan Pulau Pelapis bukan sekadar gugusan pulau di pesisir Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat (Kalbar). Kedua pulau ini menyimpan perjalanan panjang yang dibentuk oleh proses geologi, bentang topografi, serta kehidupan sosial masyarakat pesisir.

Sebelum dikenal sebagai kawasan yang menarik perhatian sektor pertambangan, wilayah tersebut lebih dahulu tumbuh sebagai ruang hidup masyarakat yang bergantung pada laut dan sumber daya pesisir.

Pemerhati Lingkungan dan Pertambangan Kalimantan Barat, Roni (nama samaran) memaparkan, dari sisi geologi, Pulau Penebang dan Pulau Pelapis merupakan bagian dari kawasan pesisir Kalimantan Barat yang terbentuk melalui proses sedimentasi dan dinamika Paparan Sunda selama jutaan tahun.

Kawasan ini juga berada dalam pengaruh satuan geologi regional yang berkaitan dengan keberadaan batuan Granit Sukadana, yaitu batuan beku berumur tua yang tersebar di sebagian wilayah Kayong Utara dan menjadi salah satu penyusun geologi kawasan tersebut.

Endapan sedimen, pengaruh pasang surut, serta aktivitas tektonik membentuk karakter daratan yang relatif landai dengan lingkungan pesisir yang kaya akan sumber daya alam. Kondisi geologi inilah yang kemudian menjadi salah satu dasar munculnya berbagai kajian mengenai potensi mineral logam di kawasan tersebut.

Secara topografi, kedua pulau didominasi dataran rendah yang berbatasan langsung dengan laut. Garis pantainya dipengaruhi arus dan pasang surut, sementara sebagian wilayah masih ditumbuhi vegetasi pesisir.

“Karakter tersebut sejak lama menjadikan Pulau Penebang dan Pulau Pelapis sebagai lokasi yang strategis bagi aktivitas pelayaran tradisional, perikanan, hingga persinggahan masyarakat pesisir,” kata Roni, Senin, 6 Juli 2026.

Tangkapan layar video kegiatan pembangunan smelter di Pulau Penebang, Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat (Kalbar)/Dok. Ist.

Sementara dari aspek sosial, sejarah kedua pulau tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Melayu pesisir yang secara turun-temurun menggantungkan hidup pada hasil laut. Aktivitas melaut, mencari ikan, hingga memanfaatkan hasil hutan pesisir menjadi identitas masyarakat setempat jauh sebelum munculnya berbagai rencana pemanfaatan sumber daya mineral.

‘Sejarah kawasan tersebut harus dipahami secara utuh dan tidak hanya dilihat dari potensi mineralnya,” ujar Roni .

Lebih lanjut dia mengungkapkan, aspek geologi, topografi, dan sejarah sosial merupakan fondasi utama yang menjelaskan mengapa Pulau Penebang dan Pulau Pelapis memiliki nilai penting, baik dari sisi lingkungan maupun sumber daya alam.

Menurut Roni, berdasarkan data yang pernah dihimpun dari instansi teknis, pada tahun 2009 memang telah terdapat pengajuan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) untuk komoditas mineral logam berupa besi dan timah putih di kawasan tersebut.