Opini  

Kali Ini Giliran Profesor Dikandangin KPK, Terima Suap Rp17 Miliar

Nuan bayangkan. Pagi-pagi ngajarin mahasiswa soal kejujuran dan integritas, siang tanda tangan kontrak sambil bisik-bisik “berapa persen buat saya ya?”, malam pulang ke rumah mewah sambil peluk istri dan anak sambil hitung-hitung cuan yang menggunung. Gelar doktornya nggak bisa nolong. Aset miliaran nggak bisa beli kebebasan. Keluarga yang dulu bangga, sekarang pasti lagi mikir “Bapak kok bisa sih main gini?” “Bapak bikin malu, mau taruh di mana muka ni.”

Sekarang? Dikandangin KPK hari ini, Kamis 9 Juli 2026. Itu setelah pemeriksaan panjang 6 jam. Dari ruang sidang MPR yang ber-AC dingin dan kursi empuk, langsung ke rutan yang panas, sempit, dan penuh kenangan pahit. Dari profesor yang dipuji-puji, jadi bahan meme “Profesor Gaji Buta” yang bikin netizen ngakak sambil mual.

Rakyat kecil yang tiap hari kerja keras bayar pajak cuma bisa geleng-geleng kepala sambil muak setengah mati. Selamat menikmati menu tahanan yang jauh lebih sederhana dari rumah-rumah mewah Bapak Profesor! Semoga di balik jeruji sempat merenung panjang. Buat apa jadi profesor kalau otaknya cuma dipakai buat nyari celah korupsi recehan negara?

Negeri ini emang luar biasa. Profesor saja akhirnya jadi penghuni tetap KPK. Luar biasa banget, sampai bikin kita semua ngakak getir.

“Bang, kadang rasa bosan juga, negeri ini selalu dihiasi wajah-wajah koruptor. Coba wajah abang saja yang nongol di televisi, jangan wajah tikus got gorong-goreng terus.”

“Waduh, jangan wajah saya, wak! Khawatir ramai yang klepek-klepek.” Ups

Penulis: Rosadi Jamani (Jurnalis Senior, Ketua Satupena Kalbar)