Daerah  

Tiga Kabupaten di Jawa Tengah Berstatus Siaga Darurat Hadapi Ancaman Krisis Air Bersih

Mobil tangki mendistribusikan air bersih kepada warga desa yang terdampak kekeringan parah selama puncak musim kemarau. (Dok. BNPB)

FAKTANASIONAL.NET – Bencana kekeringan memicu Krisis Air Bersih yang melanda belasan ribu jiwa di wilayah Kabupaten Klaten Banyumas dan Pemalang pada Selasa (14/7/2026).

Dampak kemarau panjang ini membuat warga desa sangat kesulitan memenuhi kebutuhan air harian untuk keperluan minum dan mandi.

Di Kabupaten Klaten kekeringan parah melanda empat desa di Kecamatan Kemalang yakni Desa Kendalsari, Tegalmulyo, Tlogowatu, dan Sidorejo.

Sedikitnya 3.148 kepala keluarga atau sekitar 10.407 jiwa di wilayah tersebut kini sangat bergantung pada pasokan air dari luar daerah.

Pemerintah daerah setempat tercatat telah menyalurkan pasokan lebih dari satu juta liter air bersih sejak pertengahan bulan Juni lalu.

Pemerintah Kabupaten Klaten melalui badan penanggulangan bencana terus mengintensifkan koordinasi dengan aparat desa setempat guna memastikan distribusi berjalan merata.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Banyumas dengan total warga terdampak mencapai 1.820 kepala keluarga yang tersebar di enam kecamatan berbeda.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banyumas terus mendistribusikan pasokan air menggunakan truk tangki sekaligus menyiapkan sarana toren penampungan.

Pada hari Senin lalu petugas di Banyumas berhasil mendistribusikan lima ribu liter air ke Desa Kedungpring menggunakan beberapa armada mobil tangki.

Penyaluran pasokan ke desa tersebut turut didukung dengan penyediaan wadah penampungan berkapasitas dua ribu liter agar warga lebih mudah mengambil jatah air.

Sementara itu ancaman Krisis Air Bersih di Kabupaten Pemalang berdampak langsung terhadap 2.923 kepala keluarga di tiga wilayah kecamatan.

Pemerintah Kabupaten Pemalang secara resmi telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan hingga akhir bulan November mendatang.

Otoritas kebencanaan pusat meminta seluruh jajaran pemerintah daerah untuk mengoptimalkan manajemen distribusi bantuan ke titik rawan kekeringan terparah.

Penggunaan sarana penampungan air komunal di pusat permukiman dinilai sangat efektif untuk mempercepat proses penyaluran pasokan logistik dari mobil tangki.

(*Red)