Bjorka Kembali Muncul? Beberapa Tokoh Pemerintah Langsung Disenggol

Bjorka Kembali Muncul? Tiga Tokoh Pemerintah Langsung Kena Senggol/(Foto: Instagram/@Linuxhackingid)

Tantang Pemerintah Melacak Identitasnya

Dalam potongan pesan lainnya, sosok tersebut juga menantang aparat penegak hukum yang sebelumnya pernah mengklaim telah mengidentifikasi Bjorka.

Ia menyebut berbagai penangkapan sebelumnya salah sasaran dan mengklaim berada di lokasi yang tidak dapat dijangkau aparat.

Ia bahkan menyatakan bisa berada di mana saja, mulai dari Indonesia hingga luar negeri, sehingga sulit untuk dilacak.

Narasi tersebut kembali diikuti dengan klaim bahwa aksinya dilakukan sebagai bentuk balasan terhadap buruknya perlindungan data masyarakat serta lemahnya tata kelola keamanan informasi.

Sebut Kebocoran Data Terjadi Karena Satu Celah

Dalam bagian berikutnya, Bjorka kembali menegaskan bahwa kebocoran data menurutnya dapat terjadi hanya melalui satu celah keamanan.

Ia menuduh pemerintah gagal melindungi data masyarakat dan menyatakan bahwa privasi publik telah lama runtuh akibat lemahnya sistem perlindungan data.

Sekali lagi, tuduhan tersebut tidak disertai bukti forensik maupun data teknis yang dapat diverifikasi secara independen.

Klaim Bagian dari Anonymous

Pada penutup pesannya, sosok tersebut kembali mengklaim dirinya merupakan bagian dari Anonymous.

Ia menggunakan slogan yang identik dengan kelompok tersebut seperti “We Are Anonymous”, “Kami Legion”, hingga “Expect Us”.

Selain itu, ia mengancam akan terus menyampaikan komentar bernada provokatif yang menyerang kebijakan pemerintah, sistem keamanan digital, serta elite politik Indonesia.

Unggahan tersebut juga memuat sejumlah tagar seperti #WeAreAnonymous, #BjorkaNeverDies, dan #DataKalianMilikKami.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah maupun aparat penegak hukum yang mengonfirmasi keaslian pesan yang beredar tersebut.

Belum dapat dipastikan apakah akun yang digunakan benar-benar dikendalikan oleh sosok yang selama ini dikenal sebagai Bjorka, atau hanya pihak lain yang mengatasnamakan identitas tersebut.[dit]