Fakta Nasional

Kejagung Janji Tangani Kasus Febrie Adriansyah secara Profesional

FAKTANASIONAL.NET - Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya angkat bicara menanggapi kekhawatiran publik terkait potensi politisasi dalam penanganan perkara mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Mengutip laporan Ko…

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 16 July 2026 📖 1 menit
Kejagung Janji Tangani Kasus Febrie Adriansyah secara Profesional
Analis intelijen menyebut langkah berani Febrie mengusut kasus mega korupsi timah telah memicu serangan balik berupa upaya "amputasi" karier guna menjegalnya melaju ke kursi Jaksa Agung./Dok. Ist

FAKTANASIONAL.NET - Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya angkat bicara menanggapi kekhawatiran publik terkait potensi politisasi dalam penanganan perkara mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Mengutip laporan Kompas.com, lembaga tersebut berkomitmen penuh untuk mengedepankan profesionalisme di tengah sorotan tajam masyarakat.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menegaskan bahwa seluruh rangkaian penyidikan akan dijalankan sesuai dengan ketentuan hukum acara yang berlaku.

Pihaknya menjamin bahwa setiap langkah yang diambil dilakukan dengan prinsip kehati-hatian yang tinggi.

"Kami pastikan akan profesional dalam bekerja sesuai mekanisme hukum yang berlaku, dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah," ujar Anang saat ditemui di Gedung Kejagung, Jakarta, Rabu (15/7/2026), dikutip redaksi dari Kompas.com.

Penegasan ini menjadi respons krusial atas pengalihan penyidikan kasus tersebut dari Kortastipidkor Polri ke pihak Kejagung yang menuai beragam spekulasi.

Sebelumnya, mantan Menko Polhukam Mahfud MD secara terbuka mengkritik pengalihan perkara ini. Melalui kanal YouTube pribadinya pada Senin (13/7/2026), Mahfud menilai penanganan kasus Febrie Adriansyah sarat dengan "ranjau politis".

Ia menduga pengalihan tersebut merupakan bentuk kompromi politik alih-alih proses penegakan hukum yang konsisten.

Mahfud juga menyoroti adanya kekhawatiran masyarakat bahwa langkah ini sengaja dilakukan untuk melokalisir perkara. Menurutnya, ada potensi kasus ini hanya berhenti pada tersangka yang telah ditetapkan saat ini guna mengaburkan jangkauan hukum yang lebih luas.

Ia bahkan memperingatkan risiko serius jika perkara ini berjalan lambat atau justru dikesampingkan di kemudian hari.

Hingga saat ini, Kejagung terus berupaya membuktikan komitmennya untuk transparan di tengah keraguan publik. Publik kini menanti langkah konkret dari Kejagung guna memastikan apakah penegakan hukum ini benar-benar bersih dari intervensi, atau sekadar formalitas prosedural belaka.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK