“Kalau saya harus tambah 100 triliun di tempat lain, tempatnya tetap harus naik 20 persen kan,” ungkap Purbaya.
Mekanisme penyesuaian otomatis ini diakui tidak selalu mudah diterapkan di lapangan.
Selain sifatnya yang mendadak akibat respons terhadap bencana alam, kementerian atau lembaga yang membidangi sektor pendidikan belum tentu memiliki kesiapan teknis untuk menyerap tambahan alokasi anggaran dalam waktu yang singkat.
“Jadi yang 100 misalnya yang bencana itu tiba-tiba menaikkan belanja pendidikan karena kewajiban tadi yang proporsional terhadap APBN. Itu yang agak sulit diantisipasi. Dan kalau di-adjust ke pendidikan juga kadang-kadang nggak siap juga,” tandas Purbaya.
Baca Juga: Bantah Rumor Mundur Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Pastikan Tetap Bertugas di Kabinet Prabowo











