Heboh Spanduk “Tangkap Jokowi” Muncul Jelang Kunjungan ke Banten, Ini 6 Fakta yang Terungkap

Insiden tersebut turut mendapat perhatian dari Ketua DPD PSI Kabupaten Lebak, Dita Fajar Baihaqi. Menurutnya, penggunaan nama Jokowi dalam spanduk tersebut diduga hanya bertujuan menarik perhatian publik dan meningkatkan popularitas pihak tertentu.

Dita mengatakan, dikutip dari berbagai sumber, “Kemungkinan yang memasang itu ingin numpang viral. Kalau mau cepat terkenal, senggol saja Pak Jokowi. Beliau masih memiliki magnet politik yang sangat besar.”

Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan bahwa Jokowi masih memiliki pengaruh politik yang kuat meski telah mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden. Karena itu, isu yang berkaitan dengannya dinilai mudah menjadi sorotan masyarakat maupun media.

Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kasus ini, sejumlah tokoh politik daerah mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi.

Warga diminta menyikapi persoalan tersebut secara bijaksana dengan membedakan antara penyampaian kritik yang dilakukan secara demokratis dan tindakan yang berpotensi memecah belah persatuan.

Selain itu, aparat pemerintah daerah bersama kepolisian disebut lazim melakukan penertiban terhadap atribut yang dipasang tanpa izin atau mengandung unsur provokatif maupun penghinaan terhadap tokoh tertentu.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum.

Hingga artikel ini diturunkan, aparat berwenang di Kabupaten Lebak dilaporkan telah membersihkan spanduk-spanduk tersebut dari sejumlah titik pemasangan.

Penertiban dilakukan sebagai upaya menjaga kondusivitas wilayah menjelang kunjungan Joko Widodo ke Provinsi Banten sekaligus mencegah berkembangnya potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat.[dit]