Opini  

Waduh!!! Direktur CIA Kunjungi Rusia secara Diam-Diam

Putin bukan hanya berhasil maju di Medan perang, tapi juga bisa meredam dan menstabilkan kondisi politik domestik dalam negeri Rusia sejak 2022 lalu. Padahal Rusia dalam beberapa bulan terakhir ini diserang oleh Ukraina dengan serangan serangan mematikan yang mengguncang dalam negeri.

Tidak semua rakyat Rusia suka sama Putin, tapi semua rakyat Rusia punya satu suara, bahwa AS dan NATO adalah ancaman eksistensial bagi Rusia. Dengan alasan ini mereka berdiri kokoh bersatu mendukung perang melawan arogansi NATO.

Rusia dengan jumlah penduduk yang hanya 140 an juta jiwa, mampu memobilisasi kekuatan dan manajemen sumberdaya manusia untuk menghadapi perang besar di Ukraina. Mulai dari tentara, SDM teknologi untuk senjata, dan SDM SDM lain untuk terus survive dalam perang ini.

Rakyat Rusia yakin, bahwa ekspansi NATO ke eropa barat dan Timur adalah ancaman serius bagi eksistensi Rusia. Maka rakyat berdiri di belakang Putin untuk menuntaskan perang ini dan membuang ancaman yang ada.

Krisis yang dialami eropa dan juga tekanan yang dialami AS secara domestik, tidak akan menguntungkan mereka di Ukraina, dan yang pasti nasib Ukraina akan semakin hancur di masa masa mendatang.

Putin sengaja memperlambat perang ini, Ukraina adalah Medan tempur sekaligus lab untuk mempelajari kekuatan barat bagi negara negara blok Timur yang sedang berkonflik langsung dengan AS. Rusia, China, Iran dll. Perang di Ukraina diyakini oleh China akan melemahkan AS, sama seperti perang di Iran yang diyakini Putin juga bisa melemahkan AS.

Keterlibatan Korea Utara lebih dalam saat ini dalam membantu Rusia di Ukraina, adalah sinyal paling jelas akan keterlibatan China yang semakin dalam. Korut tidak akan mau mengirim puluhan ribu pasukan secara langsung ke Ukraina untuk membantu Rusia kecuali dengan lampu hijau dari Beijing.

Jika kita perhatikan pola pola konflik GeoPolitik ini, Ukraina adalah contoh nyata sebuah negara yang jadi Medan tempur dan jadi kelinci percobaan negara adidaya tanpa mereka sadari. Ukraina contoh nyata negara yang hancur akibat dua gajah berantem.

Perubahan konstitusi Ukraina tahun 2021 yang menjadi dasar utama kenapa Rusia mengerahkan ratusan tank ke Ukraina 2022 lalu adalah contoh nyata sebuah kebijakan konyol yang di trigger oleh kebijakan luar AS dan Eropa.

Ekspansi NATO yang sejak awal ditujukan untuk melemahkan Rusia, yang sampai sekarang terus berlangsung, adalah contoh lain kebijakan konyol politik luar negeri AS.

AS salah membaca tentang Rusia, barat salah membaca tentang China, dan Eropa juga salah membaca Putin. Ini sama seperti Trump dan para pejabatnya yang salah membaca kekuatan Iran. Ini adalah ciri khas perang atas dasar arogansi dan egoisme pribadi, bukan karena matang dalam kalkulasi.

AS akan menghentikan bantuan ke Ukraina, eropa akan kesulitan membiaya perang yang mahal dan mubazir ini, dan Ukraina akan semakin hancur yang akan kita saksikan di masa masa mendatang, dalam konflik terbesar di Eropa setelah perang dunia ke II ini.

Oleh: Tengku Zulkifli Usman (analis sosial politik/pakar geopolitik)