FAKTANASIONAL.NET – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi sorotan setelah WALHI menilai persoalan tersebut tidak semestinya hanya dikaitkan dengan aktivitas masyarakat adat dan peladang.
Pandangan itu disampaikan Dana Tarigan, Kepala Departemen Komunikasi Strategis WALHI, dalam podcast YouTube @Bambang_Widjojanto.
Dilansir dari Podcast YouTube @Bambang_Widjojanto, diskusi yang dipandu Bambang Widjojanto tersebut membahas penyebab karhutla, kebijakan pemerintah, hingga persoalan pengelolaan kawasan hutan dan lahan.
Dalam diskusi itu, Dana Tarigan menanggapi pandangan pemerintah yang, menurutnya, kerap mengaitkan kebakaran dengan aktivitas masyarakat adat atau peladang.
Dana menyebut tudingan tersebut sebagai bentuk “fitnah” terhadap masyarakat adat.
Menurut Dana, peladang tradisional telah memiliki pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun dalam mengelola lahan.
Karena itu, ia menilai masyarakat adat semestinya tidak dijadikan kambing hitam ketika membahas persoalan karhutla secara luas.
Dana juga menyampaikan data WALHI yang menyebut 70 persen titik api (hotspot) berada di area konsesi perusahaan, termasuk perkebunan sawit dan pertambangan.










