Gubernur Kalbar Jadi Emosian, Pengamat: Pusing Karena Terjepit kasus di KPK dan Kortas

Gubernur Kalbar, Ria Norsan/Dok. Ist

FAKTANASIONAL.NET – Ria Norsan, Gubernur Kalimantan Barat, Kamis, 3 September, emosi terhadap rombongan mahasiswa di bandara dalam rangka demonstrasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terkait kedatangan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.

Seminggu terakhir ini, Ria Norsan kerap terlihat di publik lebih gampang emosi dan sensitif, disinyalir akibat kasus yang menjeratnya di KPK dan di Kortas Tipidkor Polri.

Dalam rangka kedatangan Menteri Kehutanan di Bandara Supadio, aktivis mahasiswa melakukan demonstrasi. Pada saat mahasiswa berdialog dengan Ria Norsan, sejak awal kedua kubu sudah memanas. Terlihat dari kalimat pertanyaan yang dilayangkan mahasiswa, terlihat diladeni dengan emosi dan kalimat yang keras oleh Ria Norsan.

Mahasiswa mempertanyakan soal Karhutla yang mengakibatkan kabut asap di Kalbar yang tak kunjung usai. Bahkan, sebelumnya setelah kehadiran Presiden Prabowo ke Kalbar juga tidak menyelesaikan persoalan Karhutla di Kalbar.

Puncaknya, di akhir dialog yang buntu, mahasiswa terus mengejar pertanyaan ke Ria Norsan. Namun, malah dibalas dengan ungkapan emosi, “Haah.. haah!”, oleh Ria Norsan dengan nada keras sembari berteriak.

Selepas itu, Norsan menyelonong memasuki mobil dengan dikawal oleh protokoler, sementara mahasiswa semakin kesal dengan tingkah gubernur tersebut.

Pengamat hukum dan pengacara senior, Rizal Karyansyah, S.H menilai bahwa seminggu terakhir masyarakat melihat Gubernur Norsan, pada kegiatan formal terlihat sangat sensitif dan emosional.

“Kita menduga Norsan pusing karena perkara hukum Jalan Mempawah ruas Sekabuk–Sei Sederam senilai Rp51,5 miliar dan Sebukit Rama–Sei Deram senilai Rp23,5 miliar tahun anggaran 2015–2016 yang menjeratnya di KPK terus bergulir. Bahkan kini, perkara BP2TD tahun anggaran 2016 senilai Rp128,3 miliar yang menyangkut namanya mulai dibuka lagi oleh Kortas Tipidkor Polri,” katanya.