Anak Krakatau Meletus Lagi Hari Ini

Grafis Gunung Anak Krakatau meletus lagi. Foto: Disway

Di tengah aktivitas erupsi tersebut, hujan abu vulkanik juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Banten.

Material abu yang dimuntahkan Gunung Anak Krakatau terbawa angin dan menyebar ke sejumlah daerah.

Andi mengatakan arah pergerakan abu sangat dipengaruhi kondisi angin di sekitar Selat Sunda.

“Dari erupsi Krakatau, abu yang sebagian tertiup angin sampai di wilayah-wilayah yang ada di Banten,” jelasnya.

Sebaran abu vulkanik ini membuat masyarakat di sejumlah wilayah diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat juga diimbau menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan abu vulkanik yang terbawa angin.

Andi meminta masyarakat tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas dengan memperhatikan kondisi lingkungan.

“Jangan lupa mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah untuk berjaga-jaga,” tegasnya.

Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level III atau Siaga. Badan Geologi sebelumnya menetapkan status tersebut sejak 2 Juli 2026 dan merekomendasikan masyarakat maupun wisatawan tidak mendekati pusat aktivitas gunung api dalam radius 3 kilometer.

Aktivitas erupsi menerus juga telah terpantau sejak Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 23.07 WIB. BNPB mencatat erupsi tersebut disertai suara gemuruh atau dentuman serta fenomena lava fountain.

Sebaran abu vulkanik bahkan telah berdampak terhadap sejumlah aktivitas di wilayah sekitar Selat Sunda.

Pada Minggu pagi, BNPB melaporkan empat bandara sempat ditutup sementara sebagai langkah keselamatan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung, dan Budiarto Curug.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas GAK tidak hanya menjadi perhatian masyarakat di sekitar gunung, tetapi juga berdampak lebih luas terhadap wilayah Banten, Lampung hingga kawasan Jabodetabek.

Meski demikian, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, terutama kabar yang berlebihan mengenai dampak erupsi.

Andi mengingatkan warga untuk memperoleh informasi dari kanal resmi dan mengikuti rekomendasi petugas maupun pemerintah daerah.

“Sehingga tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan. Kita meminta agar masyarakat mengikuti rekomendasi yang kami keluarkan yakni tidak mendekati radius 3 kilometer dari pusat letusan,” tutup Andi.

Masyarakat diimbau tetap tenang, menggunakan masker saat berada di luar rumah, serta segera membersihkan abu vulkanik yang menempel di lingkungan sekitar dengan cara yang aman. (*)