Purbaya Ungkap Alasan Kerap “Omong Gede” di Awal Jadi Menkeu: Bukan Sombong, Ini Strateginya

Kementerian Keuangan menyatakan kesiapan APBN untuk mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto menggelar sayembara kota terbersih dengan alokasi hadiah hingga Rp20 miliar guna mendorong pengelolaan sampah di tingkat daerah./(Dok. Ist)

Menurutnya, keyakinan positif dapat mendorong investor berinvestasi, masyarakat berbelanja, dan perusahaan melakukan ekspansi.

“Investor tidak takut investasi, masyarakat tidak takut belanja, perusahaan pun tidak takut ekspansi karena mereka pikir ekonomi akan membaik ke depan. Tapi kalau semua berpikir ekonomi akan meresesi, ekonomi bisa betul-betul resesi,” ujar Menkeu.

Purbaya menilai strategi tersebut mulai membuahkan hasil. Ia menyebut Indonesia telah keluar dari pola pertumbuhan yang stagnan di sekitar 5 persen.

“Saya pastikan sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen. Triwulan IV tahun lalu kan 5,39 persen, triwulan pertama 5,61 persen, triwulan II 5,29 persen,” ujarnya.

Ia menilai perlambatan pada kuartal II dipengaruhi gangguan global dan memperkirakan pertumbuhan kembali menguat hingga mendekati 6 persen pada kuartal IV.

“Agak turun sedikit, tapi karena gangguan global. Sekarang siap untuk bergerak ke 6 persen lagi. Mungkin triwulan IV tahun ini bisa mendekati 6 persen,” tegas Purbaya.

Selama setahun menjabat, berat badan Purbaya juga turun dari 102 kilogram hingga 88 kilogram. Meski mengakui pekerjaannya berat, ia mengaku menikmati posisinya karena dapat menguji teori ekonomi secara langsung.

“Kalau untuk ilmuwan seperti saya, ekonom kan ilmuwan, itu paling menarik adalah ketika kita bisa menguji teori-teori di lapangan langsung dan kita lihat hasilnya sesuai dengan apa yang kita prediksi atau yang kita rencanakan,” ujarnya.[dit]