FAKTANASIONAL.NET – Pemilu 2029 menjadi momentum politik krusial di tengah kegaduhan yang tiada henti. Tapi alih-alih menjadi harapan perubahan, Skenario Pilpres 2029 justru memiliki masa depan yang menambah suram. Madesu.
Analisa itu terungkap dalam tulisan Ahmad Khozinudin, berikut ini:
Pagi ini, penulis kembali menyeruput secangkir kopi kapal api nikmat. Kebiasaan ini, sudah bertahun-tahun penulis lakukan. Bagi penikmat kopi yang alergi terhadap gula, mohon maaf. Selera penulis masih kopi plus gula, karena hidup di Indonesia ini masih terasa pahit.
Lalu, seliweran di HP muncul analisa Bocor Alus Politik Tempo yang menyebutkan bahwa Prabowo dalam Pilpres 2029 berpotensi maju lagi berpasangan dengan tiga nama utama yang masuk dalam radar perbincangan.
Ada Teddy Indra Wijaya (Seskab / mantan ajudan Prabowo), Sugiono (Menteri Luar Negeri / Sekjen Gerindra) dan Sudaryono (Wakil Menteri Pertanian / Kepala BGN).
Lalu, muncul skenario Pilpres 2029 yang terdiri dari dua poros utama:
Pertama, Poros Istana Baru yang disisi Duet Prabowo dengan figur internal (seperti Teddy, Sugiono, atau Sudaryono) yang mengandalkan mesin partai Gerindra dan efek petahana (incumbency effect).
Kedua, Poros Tandingan Gibran yang Jika terpisah dari Prabowo, Gibran berpotensi membangun poros politiknya sendiri, salah satunya diisukan berpasangan dengan Dedi Mulyadi (KDM) demi mengamankan basis suara besar di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Poros politik ini, benar-benar mengkonfirmasi bahwa masa depan Indonesia suram. Ya, MADESU, masa depan suram.
Secara psikologi, rakyat Indonesia saat ini mengalami beban kompleks karena mengalami dua tekanan sekaligus. Realitas yang susah dan masa depan yang suram.
Siapapun, tentu tak akan melabuhkan harapan kepada Gibran, selain para pendukungnya. Begitu juga terhadap Prabowo, yang setelah kalah Pilpres 4 kali, saat menjadi Presiden ternyata gagal mewujudkan janji-janji politiknya.











