Hukum  

Legislator Asal Padang Minta Prabowo Buka-bukaan Sebut Perusahaan dan Konglomerat yang Terlibat Karhutla

Karhutla Papua: Asap Ganggu NTT, DPR Desak Kemenhut/dok.antaranews

“Untuk menetapkan perusahaan mana yang bertanggung jawab, diperlukan informasi dari berbagai sumber, dan tidak semua informasi tersebut berada dalam yurisdiksi Singapura,” ujar dia saat konferensi pers Jumat (16/10), dikutip Channel News Asia.

“Berdasarkan penyelidikan kami sejauh ini, sebagian kabut asap yang terjadi di Singapura berasal dari kebakaran di lahan milik tujuh perusahaan di Indonesia,” sambungnya.

NEA, lanjut Fu, akan mengirim pemberitahuan langkah pencegahan berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Polusi Asap Lintas Batas (THPA) ke tujuh perusahaan tersebut dengan berbagai instruksi.

Dia juga mengaku bakal memberi daftar perusahaan tersebut kepada media dan masyarakat secara terpisah. Selain itu, Fu mengaku sudah mengirim surat dan menghubungi lembaga terkait di Indonesia untuk menyampaikan kesiapan Singapura membantu mengatasi karhutla.

Hari ini, dia kembali berkomunikasi dengan Menteri Kehutanan Indonesia Raja Juli Antoni untuk menawarkan bantuan, baik berupa dukungan sipil maupun langkah-langkah lain, seperti dukungan untuk penyemaian awan (teknologi hujan buatan).

“Hingga saat ini, saya belum menerima tanggapan dari dia. Namun, kami tetap siap memberikan bantuan yang dianggap sesuai oleh pihak Indonesia dan akan terus berkoordinasi dengan mereka terkait hal ini,” kata Fu.

Korban karhutla di Indonesia
Selain desakan membuka data, Alex juga menyoroti tewasnya empat orang–petugas dan pekerja–saat memadamkan karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), pada Kamis (15/10) kemarin.

“Karhutla sudah tak lagi merusak kesehatan, tapi juga telah memaksa seorang orang tua kehilangan anaknya. Seorang anak kehilangan ayah. Bahkan, tanaman dan satwa langka juga musnah. Mau sampai kapan kita seperti ini,” ujar anggota DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Barat itu.

Ia juga menyebut karhutla telah menimbulkan korban. Berdasarkan datanya, terdapat 324 orang kategori luka berat dan 23 orang luka ringan. Mayoritas berasal dari Provinsi Kalimantan Tengah.

Marak juga kasus ISPA. Berdasarkan data kumulatif dari Kementerian Kesehatan, terdapat 277.075 kasus di 63 kabupaten/kota dari 7 provinsi terdampak (per 12 Oktober 2026). Dimana, 62.400 kasus (22,5%) menimpa anak usia 0-5 tahun (balita).

Asap karhutla juga berdampak pada kualitas udara yang buruk, gangguan penerbangan di beberapa wilayah, penutupan sekolah di daerah terdampak seperti Papua dan Timor Leste serta puluhan ribu hektare lahan terbakar.

Oleh karena itu, ia mendesak Presiden Prabowo sebelum semakin banyak korban berjatuhan akibat bencana karhutla.

“Kami mendesak presiden, jangan tunggu korban terus berjatuhan. Kalau negara ini tak memiliki peralatan, tentu akan banyak bangsa yang bersedia turut membantu seperti yang dilakukan Jepang beberapa waktu lalu,” kata Alex. (Sah/berbagai sumber A1)