JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti Kementerian ESDM terkait belum digunakannya Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM). Padahal, basis data tersebut sudah tersedia dan telah dimanfaatkan oleh Kementerian Sosial.
“Kita sudah punya DTSEN, bahkan sudah dipakai oleh Menteri Sosial. Tapi Kementerian ESDM belum memanfaatkannya. Kami akan dorong agar ke depan benar-benar digunakan,” ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta yang dikutip redaksi, Jumat (3/10/2025).
Purbaya menilai selama ini subsidi energi masih dinikmati oleh masyarakat mampu. Dengan pemanfaatan DTSEN, ia berharap subsidi bisa lebih tepat sasaran.
Ia juga menegaskan, pemerintah belum bisa menghentikan subsidi karena pertumbuhan ekonomi nasional belum cukup tinggi. Menurutnya, percepatan pertumbuhan ekonomi, sesuai target Presiden Prabowo Subianto hingga 8 persen, menjadi kunci agar subsidi bisa dikurangi di masa mendatang.
“Subsidi tetap diperlukan agar kelompok masyarakat bawah bisa bertahan. Tapi seiring pertumbuhan ekonomi membaik, pada titik tertentu subsidi tak lagi dibutuhkan,” tambahnya.
Purbaya mencatat pagu subsidi dan kompensasi tahun 2025 sebesar Rp498,8 triliun, dengan realisasi hingga Agustus mencapai Rp218 triliun atau 43,7 persen. Ia menekankan, subsidi tetap menjadi instrumen untuk menjamin pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat.











