Lewat Festival La Noche en Blanco, Diaspora Perkenalkan Budaya Indonesia di Spanyol

Kolaborasi antara diaspora Indonesia dan pemerintah kota setempat ini menampilkan kain batik, kerajinan buatan tangan, serta kuliner tradisional sebagai bentuk diplomasi budaya di Spanyol./Dok. Ist

FAKTANASIONAL.NET  — Komunitas diaspora Indonesia di Spanyol memanfaatkan momentum festival tahunan La Noche en Blanco di Kota Alcalá de Henares sebagai sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat setempat.

Langkah ini menjadi salah satu upaya diplomasi budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para perajin dan pelaku usaha mikro asal Indonesia.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Spanyol, Muhammad Najib, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyatakan bahwa partisipasi aktif Indonesia merupakan buah dari kolaborasi yang erat antara diaspora Indonesia dan pemerintah kota setempat.

Melalui pernyataan resmi di kanal YouTube Wisma RI Madrid yang dikutip pada Minggu, 31 Mei 2026, Najib menjelaskan bahwa festival La Noche en Blanco pada dasarnya merupakan agenda tahunan yang memberikan ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada pemerintah daerah.

Baca Juga: Sinergi Diaspora Kalbar: Pengurus IKKB 2026-2031 Resmi Dilantik, Pramono Anung Siap Beri Dukungan

“La Nuce itu malam, en Blanco itu dalam warna putih. Nah, apa dibalik dari gagasan ini? Sebetulnya ini gagasan serap aspirasi kalau saya sederhanakan,” ujar Najib.

Dalam festival tersebut, warga setempat diberikan kesempatan untuk menuliskan berbagai masukan, kritik, maupun saran terkait pembangunan daerah dan jalannya pemerintahan. Aspirasi tersebut kemudian disampaikan secara anonim melalui fasilitas khusus yang telah disediakan oleh pihak panitia kota.

Di sela-sela kemeriahan festival, komunitas diaspora Indonesia mendirikan stan bazar budaya yang menampilkan beragam produk kreatif, karya seni, hingga kuliner khas. Najib menilai kehadiran stan ini memiliki misi yang jauh lebih besar daripada sekadar tempat transaksi penyedia barang.

“Nah, masyarakat dari berbagai negara biasanya mengadakan acara sendiri. Teman kita ini membuat bazar kalau bahasa kita tapi sebetulnya dibalik itu kita ingin mengenalkan budaya Indonesia, mengenalkan makanan Indonesia, mengenalkan tradisi Indonesia, mengenalkan seni tari Indonesia, seni pahat dan lain sebagainya,” kata Najib.

Lebih lanjut, Najib memaparkan bahwa kegiatan ini memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan bagi para diaspora. Produk-produk yang dipamerkan, seperti kerajinan tangan, pakaian, makanan tradisional, hingga karya lukisan, mendapat sambutan hangat dan perhatian tinggi dari para pengunjung Spanyol yang dikenal sangat menghargai nilai autentisitas.