Warga Tanam Pohon Pisang Protes Jalan Rusak di Desa Peniraman Kerap Celakai Pengendara

Warga menanam pohon pisang di tengah badan jalan sebagai bentuk protes atas kerusakan infrastruktur yang tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah daerah. (Dok. Ist)

MEMPAWAH, FAKTANASIONAL.NET – Warga Desa Peniraman Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang tepat di tengah badan jalan raya yang berlubang.

Kekesalan masyarakat setempat ini memuncak lantaran jalan rusak di Desa Peniraman tersebut sudah sejak lama tak kunjung mendapatkan perbaikan dari pihak pemerintah.

Kondisi infrastruktur yang buruk ini sangat meresahkan warga karena lubang pada badan jalan kerap kali mencelakai para pengendara lalu lintas yang melintas.

Kapolsek Sungai Pinyuh Agus Suryana menyatakan bahwa jajarannya telah turun langsung untuk melakukan pemantauan di lokasi kerusakan jalan yang ditanami pohon pisang tersebut.

Ia menyebutkan bahwa warga sekitar memang kerap kali mengeluhkan kondisi jalan raya yang berlubang serta tertutup genangan air saat hujan turun.

“Kondisi jalan yang berlubang dan tergenang air ini sering memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Desa Peniraman. Terutama pada malam hari, kerusakan jalan cukup sering mencelakai pengendara,” ujarnya.

Pihak kepolisian segera memberikan imbauan tegas kepada masyarakat khususnya para pengguna jalan agar ekstra berhati-hati saat melintasi titik kerusakan tersebut.

Setiap pengendara yang melewati kawasan rawan ini hendaknya selalu fokus dan mengurangi laju kecepatan kendaraan bermotor mereka secara signifikan.

Langkah antisipasi ini sangat diperlukan agar roda kendaraan tidak terperosok ke dalam lubang jalan yang tidak terlihat akibat tertutup oleh genangan air.

Masyarakat setempat sangat berharap pemerintah daerah segera merespons aksi protes ini dengan melakukan perbaikan aspal secara menyeluruh.

Penanganan cepat terhadap jalan rusak di Desa Peniraman sangat krusial untuk mencegah jatuhnya korban kecelakaan lalu lintas yang lebih banyak lagi.

“Kami memahami harapan masyarakat agar kondisi jalan segera mendapatkan penanganan. Namun yang terpenting saat ini bagaimana kita bersama-sama menjaga keselamatan dan ketertiban sehingga tidak terjadi kecelakaan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tandasnya.

(*Red)