SANGGAU, FAKTANASIONAL.NET – Dua orang remaja meninggal dunia akibat kecelakaan maut di Sanggau yang melibatkan dua unit sepeda motor di kawasan Jembatan Suban Kecamatan Sekayam pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Peristiwa tragis tersebut melibatkan sepeda motor Yamaha Vixion yang dikendarai oleh warga berinisial IS dan Honda Revo X yang dikemudikan oleh HM dengan membonceng ARM.
Insiden tabrakan di Jalan Lintas Malindo Dusun Paus itu menyebabkan pengendara HM dan penumpang ARM meninggal dunia di lokasi kejadian akibat benturan yang sangat keras.
Pengendara sepeda motor Yamaha Vixion berinisial IS dilaporkan hanya mengalami luka ringan berupa nyeri pada bagian kaki kanan dan lecet di siku kanan.
Peristiwa nahas di atas jembatan yang menjadi jalur utama penghubung masyarakat perbatasan Kecamatan Sekayam ini langsung menjadi pusat perhatian warga sekitar.
Berdasarkan keterangan saksi mata kecelakaan bermula saat pengendara Yamaha Vixion melaju dari arah Dusun Balai Karangan III dan berencana berbelok ke arah tempat pencucian kendaraan.
Pada saat bersamaan muncul sepeda motor Honda Revo X dari arah belakang yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi berupaya mendahului Yamaha Vixion tersebut.
Jarak manuver yang terlalu sempit membuat pengendara Honda Revo X diduga kehilangan keseimbangan hingga akhirnya menghantam dinding pembatas Jembatan Suban.
Hantaman keras tersebut membuat penumpang berinisial ARM terpental jauh ke bawah jembatan sementara pengemudi HM terlempar dengan keras ke area badan jalan.
Personel piket Kepolisian Sektor Sekayam yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara untuk mengevakuasi korban dan mengatur kelancaran arus lalu lintas.
Petugas kepolisian kemudian mengevakuasi para korban menuju Pusat Kesehatan Masyarakat Balai Karangan untuk menjalani proses pemeriksaan medis lebih lanjut.
Aparat penegak hukum juga menggelar olah tempat kejadian perkara serta mengamankan berbagai barang bukti untuk menyelidiki penyebab pasti kecelakaan maut di Sanggau ini.
Kapolsek Sekayam Sutikno membenarkan adanya insiden tabrakan mematikan yang merenggut nyawa dua remaja belasan tahun di wilayah hukumnya tersebut.
“Kami turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan, menjaga kecepatan kendaraan, memperhatikan kondisi lalu lintas di depan, serta mengedepankan kehati-hatian saat mendahului kendaraan lain,” ungkapnya.
Sutikno menegaskan bahwa faktor keselamatan saat berkendara di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama yang harus diutamakan oleh seluruh masyarakat.
Setiap manuver saat berkendara harus selalu memperhatikan jarak aman serta kondisi pergerakan kendaraan lain di sekitar agar potensi kecelakaan dapat diminimalisasi.
Pihak kepolisian secara khusus mengimbau kepada seluruh orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak dan remaja dalam hal penggunaan kendaraan bermotor.
Peristiwa memilukan ini diharapkan mampu menjadi pelajaran berharga bagi warga agar semakin disiplin mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
(*Red)











