Wagub Kalbar Ajak Cendekiawan Dayak Kawal Pemanfaatan Energi Biomassa Sawit di Daerah

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan memaparkan pentingnya penguasaan literasi digital bagi masyarakat di era globalisasi. (Dok. HO/Faktanasional)

KUBU RAYA, FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengajak Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional untuk turut mengawal pengelolaan sumber daya alam termasuk potensi energi terbarukan di wilayah tersebut.

Ajakan strategis ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan dalam Rapat Kerja Wilayah I ICDN di Kubu Raya pada Sabtu (13/6/2026).

Krisantus menegaskan masyarakat lokal tidak boleh hanya menjadi saksi bisu di tengah melimpahnya kekayaan alam dan perkebunan yang ada.

“Kalbar memiliki sumber daya alam yang sangat besar dan harus dikelola dengan baik. Saya ingin masyarakat kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama yang menikmati hasil dari kekayaan alam yang kita miliki,” ujarnya.

Salah satu sektor hilirisasi yang sangat menjanjikan dan harus segera dikembangkan secara serius adalah pemanfaatan energi biomassa sawit.

Limbah cangkang kelapa sawit yang berlimpah ruah di Kalimantan Barat merupakan alternatif energi ramah lingkungan yang dapat diperbarui secara terus-menerus.

“Kalau batu bara suatu saat bisa habis karena tidak dapat diperbarui. Tetapi biomassa dari kelapa sawit berbeda, ini renewable, bisa terus diperbarui karena ada pohonnya. Saya ingin Kalbar memanfaatkan energi yang ada di Kalbar sendiri,” terangnya.

Kebutuhan bahan baku untuk memproduksi energi biomassa sawit di tingkat lokal saat ini sebenarnya masih sangat kecil jika dibandingkan dengan total produksi yang tersedia.

“Kita hanya memerlukan sekitar 60 ribu ton per bulan. Saya berharap pabrik-pabrik kelapa sawit dapat memprioritaskan kebutuhan tersebut terlebih dahulu. Setelah itu, silakan menjual ke luar daerah. Produksi cangkang sawit kita sangat banyak dan ini harus menjadi nilai tambah bagi Kalbar,” jelasnya.

Untuk merealisasikan program kemandirian energi tersebut, pemerintah daerah telah bergerak cepat menjalin kesepakatan dengan sejumlah instansi dan perusahaan terkait.

“Saya sudah melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan pihak biomassa dan PLN. Kami ingin mengonversi potensi yang selama ini belum dimanfaatkan menjadi sumber energi yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalbar,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPW ICDN Kalbar Heri Saman merespons positif arahan tersebut dengan membentuk komisi khusus sumber daya alam untuk merumuskan program kerja organisasi ke depan.

(*Red)