Daerah  

Terbentur Anggaran dan Lahan, Proyek Jalan Tembus Paralympic Center Karanganyar Mandek

Pemkab Karanganyar kini tengah mengkaji tiga jalur alternatif menyusul mandeknya proyek jalan tembus utama menuju Jalan Solo-Tawangmangu akibat kendala pembebasan lahan./Dok. Ist

FAKTANASIONAL.NET — Proyek pembangunan jalan tembus yang menghubungkan kawasan Paralympic Training Center di Kelurahan Delingan menuju Jalan Solo-Tawangmangu dipastikan mandek.

Proyek infrastruktur strategis yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar sejak tahun 2024 ini terbentur dua masalah klasik: keterbatasan anggaran daerah dan rumitnya proses pembebasan lahan milik warga.

Mandeknya proyek ini langsung mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

Menyusul kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo, ke pusat pelatihan atlet National Paralympic Committee (NPC) di Delingan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Karanganyar langsung menggelar rapat koordinasi daring dengan pihak Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Jawa Tengah.

Pemerintah pusat meminta Pemkab Karanganyar segera mencari jalur alternatif terbaik demi memudahkan mobilitas menuju pusat pelatihan atlet disabilitas.

Langkah ini tetap diperlukan meski saat ini sudah ada akses utama melalui Jalan Pramuka yang telah rampung dicor beton oleh pemda.

Pemkab Petakan 3 Opsi Jalur Alternatif

Baca Juga: Ribuan Atlet Pastikan Diri Ambil Bagian Dalam Ajang Forprov II Kalbar di Kota Singkawang

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR Karanganyar, Brian Adi Setiawan, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah memetakan tiga ruas jalan yang berpotensi menjadi jalur alternatif baru menuju kawasan olahraga tersebut:

  1. Alternatif I: Dimulai dari kawasan Bumi Perkemahan (samping pusat pelatihan) ke arah timur hingga tembus ke Makam Delingan.

  2. Alternatif II: Memanjang dari pusat pelatihan ke arah selatan hingga tembus ke Jalan Solo-Tawangmangu (Jalan Lawu).

  3. Alternatif III: Optimalisasi dan perbaikan ruas Jalan Delingan-Gajahan.

“Kita kemarin diinstruksikan untuk mengajukan ke IJD (Inpres Jalan Daerah) tiga alternatif (jalan) itu,” kata Brian, Selasa (16/6/2026).

Berdasarkan analisis teknis DPUPR, opsi pertama (Bumi Perkemahan-Makam Delingan) dinilai paling aman karena status tanahnya bersih dan tidak memerlukan pembebasan lahan warga.

Sementara untuk opsi ketiga (Jalan Delingan-Gajahan), jalur ini sebelumnya rusak parah akibat mobilitas kendaraan berat proyek pembangunan pusat pelatihan.

Pemda sendiri sudah mulai mencicil perbaikan sepanjang 400 meter dari total 1 kilometer kerusakan yang ada.