Banjir dan Angin Kencang Akibat Cuaca Ekstrem Landa Wilayah Deli Serdang

Petugas melakukan pemantauan Tinggi Muka Air (TMA) di titik-titik banjir Desa Paluh Kemiri, Kec. Lubuk Pakam, Kab. Deli Serdang, Sabtu (4/7). Foto: BPBD Kab. Deli Serdang

FAKTANASIONAL.NET – Bencana cuaca ekstrem Deli Serdang yang memicu musibah banjir dan angin kencang melanda sejumlah kecamatan pada awal bulan Juli 2026.

Lembaga penanggulangan bencana nasional melaporkan bahwa anomali hidrometeorologi basah ini masih mengancam meski sebagian besar wilayah Indonesia lainnya telah memasuki musim kemarau.

Musibah luapan air tercatat menerjang kawasan permukiman di Desa Paluh Kemiri Kecamatan Lubuk Pakam pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 04.35 WIB.

Genangan air bah tersebut berdampak langsung pada terhambatnya aktivitas dua puluh tujuh kepala keluarga yang terdiri dari seratus delapan jiwa.

Tim Reaksi Cepat dari instansi kebencanaan setempat langsung dikerahkan ke lokasi untuk memantau fluktuasi pergerakan debit air secara berkala.

Kondisi banjir di wilayah desa tersebut dipastikan tidak berlangsung lama dan dilaporkan telah berangsur surut pada hari yang sama.

Sehari sebelumnya fenomena cuaca ekstrem Deli Serdang berupa sapuan angin kencang juga merusak sejumlah fasilitas warga pada Jumat (3/7/2026).

Terjangan angin kencang tersebut menghantam enam desa di wilayah Kecamatan Pancur Batu secara berturut-turut tanpa jeda yang lama.

Keenam wilayah yang berhadapan langsung dengan bencana ini meliputi Desa Salam Tani, Hulu, Lama, Namo Rih, Namo Bintang, serta Pertampilen.

Sedikitnya lima belas kepala keluarga atau sekitar lima puluh empat jiwa harus merasakan kerugian material akibat hantaman angin puting beliung tersebut.

Hasil pendataan darurat di lapangan memperlihatkan delapan unit rumah warga mengalami rusak ringan akibat bagian atap yang beterbangan.

Tujuh unit hunian lainnya dilaporkan mengalami rusak pada kategori sedang yang berpusat pada runtuhnya struktur pendukung bangunan.

Petugas lapangan langsung turun tangan mengevakuasi serta membantu warga membersihkan puing-puing bangunan sisa kerusakan di lokasi kejadian.

Saat ini situasi keamanan di seluruh desa terdampak diklaim telah terkendali dan kembali kondusif seperti sedia kala.

Warga yang rumahnya mengalami kerusakan telah selesai membersihkan area hunian dan kembali menempati kediaman masing-masing secara normal.

Pola cuaca yang tidak menentu ini mengharuskan pemerintah daerah menyiagakan personel darurat di titik-titik rawan banjir maupun angin puting beliung.

Masyarakat diimbau secara tegas untuk rutin memeriksa kekuatan fondasi dan atap rumah guna meminimalkan kerugian fisik jika badai kembali datang.

Pantauan informasi cuaca harian dari lembaga meteorologi harus terus diperhatikan oleh masyarakat luas sebagai langkah mitigasi bencana yang paling krusial.

(*Red)