FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus tancap gas dalam merampingkan perusahaan pelat merah.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026), Presiden mengungkapkan bahwa sinergi antara pemerintah dan BPI Danantara telah berhasil mengurangi jumlah BUMN secara signifikan.
Dari total 1.077 unit, sebanyak 250 BUMN telah berhasil ditutup, digabung (merger), atau dikonsolidasikan dalam kurun waktu 18 bulan operasional Danantara.
Presiden Prabowo bahkan berkelakar kepada Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengenai langkah drastis ini.
“Saya kira, mungkin Ketua DEN, Pak Luhut, bisa dicek di dunia, mana ada negara yang menutup 250 BUMN dalam satu tahun?” ujarnya di hadapan para menteri, dikutip redaksi dari detikNews.
Langkah berani ini diklaim menjadi yang pertama di dunia dalam skala sebesar ini.











