Fakta Nasional

Keributan di Kafe Palembang Berujung Maut: Anggota TNI Tewas Diduga Ditembak Rekan Sendiri

Faktanasional.net - Seorang anggota TNI berinisial P meninggal dunia setelah diduga ditembak oleh rekan sesama anggotanya, R (23), di Kafe Panhead. Kapolsek Ilir Barat (IB) I Palembang, Kompol Fauzi Saleh, membenarkan adanya peristiwa keributan yang…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 17 May 2026 📖 2 menit
Keributan di Kafe Palembang Berujung Maut: Anggota TNI Tewas Diduga Ditembak Rekan Sendiri
Aparat kepolisian setempat tengah melakukan penyelidikan mendalam dan berkoordinasi dengan Kedubes Korea Selatan terkait tewasnya seorang lansia WN Korsel yang diduga menjadi korban pembunuhan./Dok. Ist - Ilustrasi

Faktanasional.net - Seorang anggota TNI berinisial P meninggal dunia setelah diduga ditembak oleh rekan sesama anggotanya, R (23), di Kafe Panhead.

Kapolsek Ilir Barat (IB) I Palembang, Kompol Fauzi Saleh, membenarkan adanya peristiwa keributan yang menelan korban jiwa tersebut.

"Benar ada kejadian keributan semalam di Kafe Panhead, korban ada yang meninggal dunia," ujar Kompol Fauzi Saleh saat dikonfirmasi.

Dipicu Salah Paham Saat Berjoget

Baca Juga: PP GPA: Sinergi Polri-Kemenkomdigi Harus Jadi Fondasi Kuat Lawan Sindikat Kejahatan Siber

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan tersebut diduga dipicu oleh kesalahpahaman antara korban dan pelaku saat tengah berjoget di dalam kafe.

Cekcok mulut yang terjadi di antara keduanya dengan cepat memanas hingga berujung pada perkelahian fisik.

Di tengah pertikaian tersebut, pelaku R diduga mengeluarkan senjata api yang dibawanya dan melepaskan satu kali tembakan ke arah korban. Tembakan tersebut mengenai perut sebelah kanan P.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Permata Palembang untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Namun, nyawa anggota TNI tersebut tidak tertolong akibat luka tembak serius yang dialaminya.

Pascakejadian, tim identifikasi Polrestabes Palembang langsung bergerak melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta berkoordinasi erat dengan Polisi Militer TNI AD (Pomdam) Palembang.

Kodam II/Sriwijaya Pastikan Penyelidikan Transparan

Menanggapi insiden tersebut, Kodam II/Sriwijaya memastikan bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan secara serius, profesional, dan transparan.

Pangdam II/Sriwijaya telah memberikan atensi penuh dan memerintahkan jajaran terkait untuk mengusut tuntas peristiwa ini.

Kapendam II/Sriwijaya, Letkol Inf Yordania, menyatakan bahwa langkah cepat telah diambil untuk menghindari kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.

"Pangdam telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Swj dan Danpomdam II/Swj untuk segera menangani di lapangan melalui penyelidikan mendalam, agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemberitaan maupun berkembangnya opini keliru di masyarakat," kata Letkol Inf Yordania.

Saat ini, pihak Denpom 2/IV Palembang tengah melakukan serangkaian proses penyelidikan mendalam. Langkah yang diambil meliputi:

  • Pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian.

  • Pendalaman rekaman kamera pengawas (CCTV).

  • Pelaksanaan autopsi jenazah korban.

  • Pengumpulan barang bukti di lapangan.

Selain penyelidikan internal, pihak TNI juga berkoordinasi dengan Polda Sumatera Selatan demi mendukung pengungkapan fakta secara objektif dan komprehensif.

Letkol Inf Yordania meminta semua pihak untuk bersabar karena proses penyelidikan membutuhkan waktu agar seluruh rangkaian peristiwa dapat diungkap secara akurat.

"Kodam II/Sriwijaya turut menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut serta mengimbau seluruh pihak untuk menunggu hasil resmi penyelidikan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar situasi tetap kondusif," pungkasnya.

Baca Juga: Terobosan TNI di Lamongan: Yonif TP 887/KJM Siap Jadi Motor Kesejahteraan Rakyat


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK