Fakta Nasional

Lapas Narkotika-UIN RIL Sinergi Kembangkan Pembinaan Holistik

"Saya menyambut baik hasil penelitian ini dan berharap sinergi dengan UIN RI dapat terus berlanjut. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan pelaksanaan pembinaan di Lapas semakin optimal dalam mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat".

Penulis: Adam Editor: Damiri 📍 Lampung Tuesday, 03 November 2026 📖 1 menit
Lapas Narkotika-UIN RIL Sinergi Kembangkan Pembinaan Holistik
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Bandarlampung, Lampung, saat menerima diseminasi hasil penelitian sekaligus penyerahan produk hasil penelitian dan pengabdian masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL). (FAKTANASIONAL/HO).

FAKTANASIONAL.NET - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandarlampung, Lampung, menerima diseminasi hasil penelitian sekaligus penyerahan produk hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dari Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL).

Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Narkotika Bandar lampung, Jumadi mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia akademik dan pemasyarakatan dalam mendukung pembinaan warga binaan.

"Saya menyambut baik hasil penelitian ini dan berharap sinergi dengan UIN RI dapat terus berlanjut. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan pelaksanaan pembinaan di Lapas semakin optimal dalam mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat," katanya di Bandarlampung, Selasa (3/11).

Dia melanjutkan penelitian tersebut berjudul “Pembinaan Holistik untuk Mereduksi Keinginan Kembali Mengonsumsi Narkotika bagi Warga Binaan Narkotika Kelas IIA Bandarlampung. Hasil penelitian dan produk pengabdian tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Peneliti UIN RIL, Rosidi.

Melalui diseminasi ini, lanjut dia, hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi dalam mengembangkan program pembinaan yang lebih menyeluruh bagi warga binaan, khususnya dalam upaya mencegah keinginan untuk kembali mengonsumsi narkotika.

"Kita harapkan ke depan ini jadi evaluasi sekaligus referensi dalam mengembangkan program pembinaan yang lebih menyeluruh bagi warga binaan," katanya.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK