“Mereka seharusnya memblokir situs judi online, tapi malah membinanya,” kata Hasanuddin.
Kasus ini semakin menguatkan data survei Drone Emprit yang menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan jumlah pemain judi online terbanyak. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan dan berdampak buruk bagi masyarakat, terutama generasi muda.
TB Hasanuddin berharap Menteri Komunikasi dan Digital yang baru, Meutya Hafid, dapat melakukan bersih-bersih di lingkungan kementerian. Ia optimistis Meutya, yang sebelumnya juga duduk di Komisi I, akan serius dalam memberantas judi online.
“Saya berharap Menteri Meutya dapat membersihkan Kominfo dari praktik-praktik koruptif,” ujarnya.
Selain itu, TB Hasanuddin juga meminta aparat penegak hukum untuk terus menindak tegas para pelaku judi online. “Siapapun yang terlibat harus dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.[dnl]











